BPBD DIY mengerahkan relawan antisipasi bencana hidrometeorologi

id Bpbd diy,Hidrometeorologi,Yogyakarta

BPBD DIY mengerahkan relawan antisipasi bencana hidrometeorologi

Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjuk peta potensi hujan hasil penginderaan Satelit Palapa C2 di Laboratorium BMKG Serang, Banten, Senin (20/7/2020).  (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/wsj)

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta melibatkan peran relawan yang tersebar di lima kabupaten/kota untuk memantau dan mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi di daerah ini.

"Menjelang munculnya potensi bencana hidrometeorologi kami terus menjalin komunikasi dengan pos-pos relawan yang setiap saat siap kami gerakkan ke lokasi bencana," kata Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD DIY Danang Samsyu Rizal di Yogyakarta, Selasa.

Menurut Danang, daerah rawan bencana hidrometeorologi di DIY tidak jauh berbeda dengan zona rawan bencana yang telah dipetakan pada tahun-tahun sebelumnya.

Ia mencontohkan untuk daerah rawan bencana longsor di antaranya di Kecamatan Dlingo, Imogiri, Pleret, dan Piyungan (Kabupaten Bantul), Kecamatan Kokap, Pengasih, Girimulyo, Samigaluh, dan Kalibawang (Kulonprogo), Kecamatan Patuk, Gedangsari, Ngawen, Nglipar, Semin dan Ponjong (Kabupaten Gunungkidul) dan Kecamatan Prambanan (Sleman).

"Kalau di Kota Yogyakarta biasanya potensi bencana banjir dari limpasan air hujan," kata dia.



Selain melibatkan peran relawan, menurut Danang, tim reaksi cepat (TRC) BPBD juga disiagakan di masing-masing kabupaten dengan berkoordinasi dengan TNI/Polri.

"Dari sisi kesiapan sumber daya sudah kami siapkan termasuk peralatan-peralatan dan logistik," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Reni Kraningtyas menyebutkan bahwa saat ini fenomena La Nina lemah hingga moderate sedang terjadi di wilayah Indonesia dan dampaknya juga dirasakan masyarakat DIY.

"Dengan fenomena alam La Nina yang berdampak pada penambahan intensitas curah hujan akan menambah terjadinya potensi bencana hidrometrologi," kata Reni.

Menurut dia, potensi bencana dari La Nina yaitu angin kencang, banjir, dan tanah longsor.

"Kami memprediksikan awal musim hujan di wilayah DIY terjadi di wilayah Kabupaten Sleman bagian barat dan utara serta Kabupaten Kulon Progo bagian utara," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar