Gunung Kidul minta dukungan personel atasi antrean wisatawan

id Kunjungan wisatawan ,libur pajang,Gunung Kidul,pantai

Gunung Kidul minta dukungan personel atasi antrean wisatawan

Objek wisata pantai di Gunung Kidul. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta dukungan 100 personel untuk menyambut libur panjang pada 28 Oktober sampai 1 November mengantisipasi antrean panjang kendaraan wisatawan ke wilayah itu.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul Harry Sukmono di Gunung Kidul, Rabu, mengatakan pihaknya sudah siap menghadapi libur panjang pada pekan depan. Koordinasi lintas sektor dan instansi sudah dilakukan sebagai antisipasi.

"Kami telah meminta dukungan sebanyak 100 personel dari instansi lain, ditambah dari petugas Dispar sendiri sebanyak 50 orang. Total personel yang dilibatkan dalam menghadapi libur panjang sebanyak 150 personel," kata Harry Sukmono.

Menurut dia, tambahan personel tersebut dalam rangka mengantisipasi adanya lonjakan kunjungan saat libur panjang. Apalagi saat ini masih pandemi COVID-19 sehingga protokol kesehatan tetap wajib ditegakkan.

Dukungan personel tersebut diperoleh dari POLRI, TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kesehatan (Dinkes) lewat Puskesmas, Satpol-PP hingga SAR (Search And Rescue).

"Kami harap ratusan personel dari berbagai instansi ini bisa mendukung pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan di destinasi wisata," kata Harry.

Harry mengatakan tim gabungan tidak menutup kemungkinan akan melaksanakan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan bidang pariwisata supaya tidak terjadi klaster baru penyebaran COVID-19 di sektor pariwisata. Operasi ini mengantisipasi kunjungan wisatawan dari luar daerah. Namun, pelaksanaannya diserahkan pada Satpol-PP Gunung Kidul.

"Kami tidak bisa memilih wisatawan yang datang ke Gunung Kidul, semua orang dari berbagai daerah kami persilakan berlibur ke Gunung Kidul dengan tetap mematuhi protokol kesehatan," katanya.

Harry juga mengatakan penggunaan aplikasi Visiting Jogja dan E-Ticketing akan lebih dioptimalkan. Kedua aplikasi ini berguna untuk pendataan pengunjung serta pembayaran retribusi secara non-tunai.

"Rombongan dalam jumlah besar juga masih dilarang masuk ke dalam destinasi wisata, terutama yang dari luar wilayah dan zona merah," katanya.

Sementara itu, Wakapolres Gunung Kidul Kompol Supriantoro mengatakan pihaknya sudah siap menerjunkan personel untuk pengamanan saat libur panjang nanti. Koordinasi khususnya dilakukan lewat Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas).

"Pengamanan yang akan dilakukan meliputi rekayasa lalu lintas hingga pengawasan terhadap kepatuhan protokol kesehatan. Ia pun menyebut Operasi Yustisi akan dilakukan di titik-titik strategis, di mana kendaraan wisatawan akan dicek oleh petugas," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar