Kampung Tangguh Bencana Yogyakarta diminta mengecek peralatan penanganan bencana

id Kampung Tangguh Bencana,KTP Yogyakarta,Mitigasi Bencana

Kampung Tangguh Bencana Yogyakarta diminta mengecek peralatan penanganan bencana

Arsip Foto - Posko salah satu Kampung Tangguh Bencana (KTB) di Kota Yogyakarta. (ANTARA/Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Seluruh Kampung Tangguh Bencana (KTB) di Kota Yogyakarta diminta melakukan pengecekan untuk memastikan semua peralatan penanganan bencana bisa berfungsi baik guna menghadapi potensi bencana selama musim hujan.

"Misalnya pompa, harus dipastikan bisa berfungsi dengan baik. Begitu juga dengan peralatan lainnya, sehingga jika sewaktu-waktu dibutuhkan, maka bisa digunakan," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Jumat.

Setiap Kampung Tangguh Bencana di Kota Yogyakarta sudah memiliki peralatan pendukung penanganan bencana seperti kendaraan roda tiga, pompa air, dan genset.

Wakil Wali Kota mengatakan bahwa pada musim hujan tahun ini curah hujan diperkirakan naik hingga 40 persen akibat La Nina dan kondisi tersebut berpotensi menimbulkan bencana seperti banjir dan tanah longsor.

Kampung Tangguh Bencana di Yogyakarta sudah diminta memetakan area-area yang rawan bencana selama musim hujan.

"Misalnya titik talut mana saja yang rawan longsor, atau jika ada tebing yang terlalu curam dan tinggi sehingga berpotensi longsor, juga harus diantisipasi," kata Heroe.

Selain itu, Heroe juga berharap setiap wilayah menggelar apel kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim hujan.

"Patroli udara atau penyampaian informasi melalui HT mengenai kondisi di masing-masing wilayah juga harus ditingkatkan. Jika biasanya hanya dua kali dalam sehari, pagi dan sore atau malam, maka ditambah menjadi tiga kali sehari supaya kondisi wilayah selalu terpantau dengan baik," katanya.

Sebanyak 115 KTB sudah terbentuk di 111 dari total 169 kampung di Kota Yogyakarta. Kampung-kampung di tepi sungai yang rawan bencana rata-rata sudah memiliki KTB dan telah menyiapkan jalur evakuasi serta titik kumpul warga apabila terjadi banjir.

Di kampung-kampung yang belum memiliki KTB, pengurus kampung atau kelurahan diminta berperan aktif dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

BPBD Kota Yogyakarta memiliki 16 peralatan sistem peringatan dini (Warly Warning System/EWS). Peralatan EWS sudah dipasang di tujuh titik di Sungai Coede, empat titik di Sungai Winongo, dan lima titik di Sungai Gajah Wong. Peralatan-peralatan tersebut dalam kondisi baik.

Sebelumnya, Kepala Bidang Drainase dan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta Aki Lukman mengatakan bahwa ada tiga titik talut yang rawan longsor di musim hujan, yakni di area Sungai Winongo di Kelurahan Pakuncen dan Kelurahan Bener serta di area Sungai Gajah Wong yang berada di Kelurahan Muja Muju.

"Kami akan lihat apakah kerusakan tersebut cukup ditangani oleh tenaga swakelola atau harus dilelang. Jika harus lelang, maka perbaikan permanen baru bisa dilakukan 2021 kecuali jika kerusakan terjadi pada Oktober," katanya.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar