Gunung Kidul imbau masyarakat waspadai potensi pohon tumbang

id Pohon tumbang,La Nina,Gunung Kidul,DLH Gunung Kidul,BPBD Gunung Kidul

Gunung Kidul imbau masyarakat waspadai potensi pohon tumbang

Pohon tumbang di Kabupaten Gunung Kidul yang menyebabkan akses jalan tertutup dan rumah rusak. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengimbau kepada masyarakat mewaspadai potensi bencana pohon tumbang dampak fenomena La Nina yang terjadi menjelang akhir 2020 yang bisa terjadi wilayah itu.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunung Kidul Aris Suryanto di Gunung Kidul, Jumat, mengatakan pihaknya sudah melakukan analisis wilayah rawan potensi bencana tumbang bersama Dinas PUP-SDM DIY.

Sejauh ini, ada beberapa lokasi yang jadi fokus kajian antara lain ruas jalan Piyungan sampai batas Kabupaten Gunung Kidul, ruas batas Bantul sampai Kalurahan Gading, serta ruas Gading hingga Gledeg.

"Hasil kajian kondisi pohon atau tanaman yang berada di ruas jalan tersebut berpotensi tumbang. Kami mengingatkan kepada warga untuk lebih hati-hati," kata Aris.

Ia mengimbau warga agar secara mandiri mengecek kondisi pohon di sekitarnya. Jika memang kondisi pohon melapuk dan berpotensi tumbang, maka mereka diminta melapor ke DLH.

"Setidaknya menyampaikan informasi ke DLH dulu agar bisa dilakukan penebangan jika memang berpotensi tumbang," kata Aris.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Kidul Edy Basuki juga memperingatkan warga agar waspada terhadap potensi bencana dari La Nina.

Ia mengatakan berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada akhir Oktober ini hujan sudah mulai mengguyur secara merata seluruh wilayah DIY, khususnya di Gunung Kidul.

"Pada masa peralihan ini ada prediksi cuaca ekstrem sehingga meningkatkan potensi terjadinya bencana, khususnya angin kencang. Untuk antisipasi, kami sudah melakukan koordinasi dengan masing-masing kapanewon agar melakukan kegiatan pengurangan risiko bencana," kata Edy Basuki.

Ia mengatakan BPBD Gunung Kidul sudah melakukan berbagai rupaya pengurangan risiko bencana, salah satunya menggiatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar rumah. Selain itu, pada masa peralihan ini, masyarakat diminta untuk berhati-hati dan waspada berkaitan dengan ancaman bencana alam.

Pengurangan risiko dilakukan beberapa antisipasi, salah satunya menggalakan kebersihan lingkungan sekitar rumah. Selain itu, BPBD juga sudah meminta kepada pihak kalurahan yang terpasang alat pendeteksi dini longsor untuk melakukan pengecekan terkait dengan fungsi alat tersebut.

"Data awal dari 30 EWS, hanya sepuluh yang bisa berfungsi,”katanya.

Edy juga mengatakan BPBD Gunung Kidul melakukan gerakan kebersihan lingkungan. Khusus untuk gerakan kebersihan lingkungan sekitar rumah memiliki perananan yang penting. Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, kebersihan lingkungan memiliki andil untuk mengurangi risiko banjir.

"Banjir terjadi karena saluran-saluran pembuangan banyak yang mampet. Jadi, warga bisa melakukan gerakan kebersihan agar saluran-saluran dapat berfungsi dengan baik,” katanya.

Menurut dia, gerakan kebersihan lingkungan tidak hanya dilakukan dengan membersihkan, tapi juga dilaksanakan dengan memotong dahan dan ranting pepohonan di sekitar rumah yang rimbuh. Pemotongan dilakukan untuk mengurangi risiko pohon tumbang akibat embusan angin kencang.

"Mari bersama-sama untu mengurangi risiko bencana dengan menjaga kebersihan di sekitar lingkungan masing-masing,” imbaunya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar