KPU Bantul menggelar debat publik pilkada sesuai protokol kesehatan

id KPU Bantul

KPU Bantul menggelar debat publik pilkada sesuai protokol kesehatan

Ketua KPU dan anggota KPU Bantul (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta akan menggelar debat publik antarcalon maupun pasangan kandidat bupati-wakil bupati dalam pilkada dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19.

"Untuk debat publik hanya bisa dihadiri oleh lima unsur saja, yaitu pasangan calon, perwakilan tim kampanye, dari KPU, Bawaslu dan moderator. Pembatasan ini sebagai antisipasi agar tidak terjadi kerumunan dan bagian dari pencegahan COVID-19," kata Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho di Bantul, Selasa.

Dia menjelaskan debat publik sebagai salah satu metode kampanye yang difasilitasi KPU Bantul akan dilaksanakan dalam tiga putaran, yaitu pada 28 Oktober untuk para calon bupati, 4 November untuk calon wakil bupati, dan 11 November untuk pasangan calon bupati-wakil bupati.

Koordinator Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Bantul Arif Widayanto mengatakan debat publik putaran pertama antarcalon bupati yang digelar dan disiarkan langsung melalui stasiun televisi nasional Yogyakarta pada 28 Oktober  mengambil tema "Pemerintahan yang Bersih".

Dia menjelaskan saat debat publik, masing-masing calon bupati mendapatkan pertanyaan tentang pemerintahan yang bersih yang sudah disiapkan oleh tim materi melalui moderator.

"Jadi nanti ada lima pertanyaan yang disiapkan, dari lima pertanyaan itu akan diundi mereka memilih nanti masing-masing akan mendapat satu pertanyaan yang terkait dengan pemerintahan yang bersih, dan pertanyaan pokok itu akan didalami oleh moderator yang memandu," katanya.

Dia menjelaskan pertanyaan untuk debat publik tersebut sudah disiapkan dalam bentuk video, sehingga nanti undian yang masuk atau yang diambil oleh calon bupati  merujuk pada pertanyaan dari pemateri atau panelis mana yang berasal dari akademisi itu.

"Jadi untuk pemateri kita ada lima orang, semuanya dari akademisi, dua orang dari UGM (Universitas Gadjah Mada), kemudian dari UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), UAD (Universitas Ahmad Dahlan), dan dari UIN (Universitas Islam Negeri)," katanya.

Koordinator Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Bantul Musnif Istiqomah mengatakan tema debat yang diangkat untuk masing-masing putaran berbeda-beda, yang secara berurutan adalah "Pemerintahan yang Bersih", tema kedua "Pelayanan Dasar", dan tema terakhir "Kesejahteraan Umum".

"Di setiap tema yang akan diangkat juga akan dikaitkan dengan situasi pendemi COVID-19 termasuk strategi penanganan dampak yang akan dilakukan oleh masing-masing calon bupati maupun wakil bupati," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar