Bantul mengingatkan pengelola wisata antisipasi bahaya dampak cuaca

id Dinas Pariwisata

Bantul mengingatkan pengelola wisata antisipasi bahaya dampak cuaca

Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengingatkan para pengelola objek wisata daerah ini untuk mengantisipasi kejadian yang membahayakan wisatawan akibat dampak cuaca ekstrem atau fenomena La Nina yang terjadi pada musim hujan 2020/2021.

"Terkait dengan musim hujan dan liburan, kami sudah meluncurkan surat edaran Kepala Dinas yang intinya semua pengelola destinasi baik itu di objek wisata, desa wisata termasuk usaha jasa pariwisata dan lain untuk mengantisipasi terkait dengan perubahan musim ini," kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo di Bantul, Rabu.

Menurut dia, surat edaran Kepala Dinas tersebut telah diterbitkan dan didistribusikan ke semua pengelola wisata Bantul usai rapat koordinasi Forkompinda Bantul menghadapi potensi bencana hidrometeorologi bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) awal pekan ini.

"Jadi setiap musim hujan itu kami mengimbau karena di Bantul ada sungai yang biasanya di waktu-waktu tertentu banjir, kalaupun di selatan (Bantul) tidak banjir namun di utara hujan akhirnya selatan ikut banjir, ini harus diantisipasi, sehingga perlu koordinasi dengan wilayah utara," katanya.

Dia mengatakan, selain itu untuk bencana tanah longsor juga berpotensi terjadi di kawasan destinasi wisata, terutama lokasinya yang berada di wilayah tebing maupun dataran tinggi, sehingga perlu diantisipasi pengelola agar tidak membahayakan wisatawan yang berkunjung.

"Kemudian beberapa spot-spot wisata itu di tepi jurang, sehingga kita ingatkan untuk bisa dicek kekuatannya, karena keselamatan wisatawan nomor satu. Intinya itu, pertama tentang bahaya musim hujan, kedua air, petir dan tanah longsor untuk diperhatikan seluruh pengelola," katanya.

Kwintarto juga mengatakan, sedangkan untuk obyek wisata pantai selatan Bantul, perlunya mewaspadai kemungkinan gelombang tinggi yang diprediksi terjadi di laut selatan jawa akibat dampak fenomena alam itu, sehingga koordinasi dengan SAR pantai perlu diintensifkan.

"Terkait dengan libur panjang long weekend dan cuti bersama ini, dimungkinkan wilayah Yogyakarta masih menjadi salah satu tujuan wisata dan tidak menutup kemungkinan di Bantul pun juga terjadi penambahan kunjungan wisata, sehingga harus ditingkatkan pengamanannya," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar