Mendikbud: Nilai karakter Pelajar Pancasila dapat diciptakan saat BDR

id Mendikbud Nadiem Anwar Makarim,Nadiem Makarim,pelajar pancasila,pendidikan karakter

Mendikbud: Nilai karakter Pelajar Pancasila dapat diciptakan saat BDR

Ilustrasi - Pelajar mengamati globe di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (18/2/2020). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyiapkan program Merdeka Belajar yang didalamnya memuat kemampuan literasi, numerasi dan penguatan pendidikan karakter guna peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pd,

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan nilai karakter yang berdasarkan profil Pelajar Pancasila dapat diciptakan saat pembelajaran di rumah atau belajar di rumah (BDR).

"Selama masa pandemi ini, semua pihak di sektor pendidikan harus keluar dari zona nyaman untuk berinovasi, berkreasi, dan melakukan adaptasi kebiasaan baru. Misalnya dalam hal berkomunikasi antara guru dan orang tua dan pemanfaatan teknologi," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Keenam profil Pelajar Pancasila, kata dia, pada hakikatnya perlu juga dipahami guru dan orang tua dalam keseharian mereka memberikan panduan bagi anak-anak. Modal dasar karakter itu yang jika diperkuat, akan membawa anak-anak sebagai individu-individu yang siap menghadapi masa depan.

Pelajar Pancasila memiliki enam ciri utama, yaitu bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global.

Untuk jenjang perguruan tinggi, lanjut dia, mahasiswa telah melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Duta Perubahan Perilaku Pencegahan COVID-19. KKNT bertujuan meningkatkan partisipasi perguruan tinggi dalam melaksanakan program dan kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi perilaku hidup sehat di tengah pandemi, sehingga terjadi perubahan perilaku di masyarakat.

"KKNT ini sangat sarat penguatan karakteristik Pelajar Pancasila," kata dia.

Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter menjadi panduan Kemendikbud dalam menjalankan program penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah dan keluarga atau masyarakat.

Dalam pendidikan karakter ada empat aspek filosofi pendidikan yang ditanamkan (olah hati, olah raga, olah karsa, dan olah pikir) dan lima nilai utama (religiositas, integritas, nasionalisme, gotong royong, dan kemandirian) yang menjadi fokus dalam pembentukan karakter dan menjadi dasar dalam upaya menciptakan Pelajar Pancasila.

Penguatan pendidikan karakter dilaksanakan melalui pendekatan guru dan siswa secara langsung melalui kegiatan intra-kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra-kurikuler pada setiap jenjang pendidikan.

Selain itu, pendidikan penguatan karakter dilaksanakan melalui pendekatan budaya.

Tujuan yang ingin dicapai oleh Kemendikbud Tahun 2020-2024, ditetapkan ke dalam empat proses utama kementerian, yaitu pemerataan akses pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi pendidikan, pelindungan, pengembangan, dan pembinaan bahasa dan sastra, dan pelestarian dan pemajuan kebudayaan. Di dalam setiap proses utama tersebut, mengandung penguatan karakter bagi peserta didik.

"Ke depan, upaya ini akan menjadi terukur melalui berbagai kebijakan, misalnya melalui survei karakter," kata Nadiem.
 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar