Polres Gunung Kidul siap menerjunkan 330 personel hadapi dampak La Nina

id Polres Gunung Kidul,Gunung Kidul,Fenomena La Nina

Polres Gunung Kidul siap menerjunkan 330 personel hadapi dampak La Nina

Tim gabungan melakukan apel siaga kesiapan personel dan sarana penunjang hadapi potensi bencana dampak La Nina di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. (FOTO ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Kepolisian Resor Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, siap menerjunkan 330 personel dalam menghadapi potensi bencana dari fenomena La Nina, mulai dari tanah longsor, pohon tumbang dan banjir.

Kapolres Gunung Kidul AKBP Agus Setiawan di Gunung Kidul, Selasa, mengatakan hari ini, pihaknya mengadakan apel kesiapan siaga bencana dampak fenomena La Nina dengan melibatkaan usur TNI, BPBD, PMI, Dinas Perhubungan, SAR, Satpol PP, hingga tanaga.

"Kami siap menerjunkan sekitar 330 aparat dari Polres Gunung Kidul sendiri. Jumlah ini masih akan ditambah dengan personel dari berbagai unsur terkait, termasuk jajaran polsek dan koramil," kata Agus.

Ia mengatakan apel kesiapan siaga bencana juga sebagai koordinasi untuk memudahkan penanganan saat terjadi bencana. Selain itu, untuk mengecek kesiapan sarana dan prasarana pendukung dalam penanganan dampak bencanak. Hal ini perlu dilakukan mengingat adanya potensi bencana dari fenomena La Nina. Apalagi beberapa waktu lalu hujan dan angin kencang menyebabkan kerusakan di wilayah Nglipar dan Karangmojo.

Adapun peralatan yang disiapkan berupa perahu karet, baju pelampung, hingga gergaji mesin yang bisa membantu proses penanganan dan evakuasi saat terjadi banjir, longsor, hingga pohon tumbang.

"Sarana dan prasarana juga harus disiapkan, termasuk kesiapan logistik dan dapur umum," katanya.

Sementara ituu, Sekretaris daerah (Sekda) Gunung Kidul Drajad Ruswandono menyampaikan pihaknya sudah menyiapkan dana dari belanja tak terduga. Total dana yang disiapkan sebesar Rp50 miliar.

Alokasi dana Rp50 miliar tersebut berasal dari refocusing APBD Gunung Kidul. Anggaran sebesar Rp210 miliar didapat dari kebijakan tersebut, di mana yang sudah terpakai sekitar Rp47 miliar sejak Maret hingga Oktober 2020 ini.

"Itu sudah kami tempatkan di APBD Perubahan 2020. Selain untuk penanganan bencana, dana tersebut juga digunakan untuk penanganan COVID-19," demikian Drajad Ruswandono.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar