Pasien sembuh dari COVID-19 di Bantul bertambah dua orang

id RS COVID-19 Bantul

Pasien sembuh dari COVID-19 di Bantul bertambah dua orang

Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 (RSLKC) Bantul, salah satu RS rujukan pasien positif COVID-19 di Bantul. ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Pasien yang dinyatakan sembuh dari infeksi COVID-19 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam 24 jam terakhir bertambah dua orang, sehingga total angka kesembuhan dari paparan virus corona baru tersebut hingga Minggu (15/11) menjadi 968 orang.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bantul dalam keterangan resminya Minggu malam, menyatakan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan setempat kasus konfirmasi yang sembuh sebanyak dua orang itu berasal dari Kecamatan Kasihan.

Sementara kasus konfirmasi positif COVID-19 dalam periode yang sama bertambah lima orang berasal dari Kecamatan Sewon satu orang, Kecamatan Banguntapan satu orang, dan Kecamatan Bantul dua orang, serta dari Kecamatan Pundong satu orang.

Dengan demikian, total kasus positif COVID-19 di Bantul secara akumulasi hingga Minggu (15/11) sebanyak 1.324 orang, kemudian dinyatakan sembuh 968 orang, sementara kasus positif meninggal 29 orang, sehingga pasien positif yang masih menjalani isolasi sampai saat ini berjumlah 327 orang.

Gugus Tugas mengajak memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga jarak fisik, hindari kerumunan, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, selalu menggunakan masker saat keluar rumah.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa mengatakan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan desa maupun kecamatan, dengan harapan wilayah tersebut ikut membantu pengendalian penularan wabah virus corona itu.

"Dari awal pandemi pemerintah kabupaten mengharapkan kepada setiap wilayah kecamatan dan desa saat itu agar bisa menyediakan tempat isolasi bagi para pelaku perjalanan, dan juga terhadap orang yang terdeteksi reaktif hasil rapid test," katanya.

Sri Wahyu yang juga Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantul mengatakan, hal itu agar apabila orang yang rentan terpapar COVID-19 tersebut terkonfirmasi positif tidak menularkan ke orang lain.

"Untuk penanganan swab (tes usap) sama, wilayah diminta untuk menyiapkan tempat isolasi, jadi tidak ada bedanya. Pada prinsipnya memisahkan orang yang sakit dengan orang yang sehat," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar