Pasien terkonfirmasi COVID-19 Kulon Progo capai 322 kasus

id Kulon Progo,COVID-19

Pasien terkonfirmasi COVID-19 Kulon Progo capai 322 kasus

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam waktu 24 jam terakhir bertambah 10 kasus, sehingga total kasus di wilayah ini mencapai 322 kasus.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati di Kulon Progo, Rabu, mengatakan pasien terkonfirmasi baru, yakni KP-313, laki-laki warga Nanggulan yang riwayat kontak masih dalam penelusuran dan dilakukan isolasi mandiri, KP-314, laki-laki warga Wates yang riwayat kontak dalam penelusuran dan menjalani isolasi mandiri.

Kemudian, KP-315 adalah perempuan, KP-316 perempuan, KP-17 perempuan, KP-18 adalah perempuan, KP-19 adalah laki-laki, KP-320 adalah perempuan, KP-321 adalah perempuan, KP-321 adalah laki-laki, dan KP-322 adalah perempuan yang kesemuanya adalah warga Sukoreno, Kecamatan//Kapanewon Sentolo yang memiliki kontak dengan KP-261 dan menjalani isolasi mandiri.



"Hari ini ada penambahan 10 kasus, satu kasus dari Nanggulan, satu kaus dari Wates, dan delapan lainnya dari Sentolo. Semua pasien terkonfirmasi COVID-19 baru ini menjalani isolasi mandiri," kata Baning.

Ia mengatakan saat ini Dinas Kesehatan Kulon Progo masih melakukan penelusuran terhadap sumber penyabaran COVID-19 di Sukoreno, Kapanewon/Kecamatan Sentolo karena jumlah warga yang terpapar cukup banyak.

"KP-315 -- KP-322 yang berasal dari Sukoreno sedang ditelusuri," katanya.

Terkait perkembangan kasus klaster Perakantoran Disdukcapil, Baning mengatakan hingga saat ini, hasil tes usap terhadap kontak dan pegawai perkantoran belum keluar. "Hasiltes usap pada Selasa (17/11) belum keluar. Sampai hari ini belum ada penambahan," katanya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kulon Progo, total suspek 2.239 dengan rincian 26 probable meninggal dunia, 322 konfirmasi, dan 1.891 discarded. Kemudian, 322 konfirmasi rinciaannya 27 isolasi mandiri, 80 isolasi mandiri, 207 sembuh, dan delapan meninggal dunia.



Selanjutnya, sebaran pasien terkonfirmasi COVID-19 di tingkat kecamatan dengan jumlah dari yang tinggi sampai terendah, yakni Wates sebanyak 54 kasus, Pengasih 48 kasus, Sentolo 47 kasus, Kokap 44 kasus, Lendah 30 kasus, Temon 25 kasus, Nanggulan 21 kasus, Galur 19 kasus, Panjatan 18 kasus, Kalibawang delapan kasus, Girimulyo lima kasus, dan Samigaluh tiga kasus.

"Lonjakan kasus terbesar di Wates dan Sentolo. Untuk itu, kami mengingatkan kembali kepada masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan," katanya.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo Sutedjo mengatakan kasus penyebaran COVID-19 di Disdukcapil menjadi bahan pembelajaran semua, bahwa semua orang harus mematuhi protokol kesehatan secara ketat supaya kasus COVID-19 dapat ditekan.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumuman dan mencuci tangan dengan air mengalir.



"Jangan sampai kita tidak mematuhi protokol kesehatan selama vaksin COVID-19 belum ditemukan. Kita harus mematuhi protokol kesehatan. Kasus Disdukcapil ini juga sebagai pembelajaran buat kami untuk lebih meningkatkan lagi protokol kesehatan di lingkup OPD yang melayani pelayanan umum," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar