KPU Sleman menggencarkan sosialisasi Pilkada 2020 secara daring

id Pilkada Sleman 2020,KPU Kabupaten Sleman ,Pilkada serentak 2020,Kabupaten Sleman ,Sleman ,Partisipasi pemilih ,Protokol

KPU Sleman menggencarkan sosialisasi Pilkada 2020 secara daring

Foto Dok - Tiga paslon Bupati Sleman dan Wakil Bupati Sleman pada pengambilan undian nomor urut yang diselenggarakan KPU Kabupaten Sleman di Gedung Serbaguna Sleman. ANTARA/HO-KPU Sleman/am.

Sleman (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus gencar melakukan sosialisasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2020 untuk bisa mencapai target partisipasi pemilih mencapai 75 persen.

"Hanya saja pada masa pandemik COVID-19 ini sosialisasi pilkada lebih banyak kami lakukan secara daring atau online," kata Ketua KPU Kabupaten Sleman Trapsi Haryadi di Sleman, Kamis.

Menurut dia, sosialisasi secara daring tersebut dilakukan Kepada kelompok-kelompok masyarakat yang telah memiliki hak pilih, termasuk kepada kelompok pemilih pemula.

"Sosialisasi juga kami lakukan melalui kanal media massa baik itu Facebook, Twitter, Instagram maupun chanel Youtube KPU Sleman," ujarnya.

Ia mengatakan, memang menjadi tantangan untuk sosialisasi pilkada di tengah krisis kesehatan pandemik COVID-19, karena tidak bisa melakukan sosialisasi massal secara tatap muka.

"Namun, sebagai media sosialisasi kepada masyarakat, kami juga banyak memasang baliho, pamflet, leaflet dan lainnya terkait tahapan pelaksanaan Pilkada Sleman 2020. Pemasangan pamflet juga kami lakukan di setiap Kapanewon (kecamatan), Kalurahan (Desa) hingga ke padukuhan," tutur-nya.

Trapsi mengatakan, selain itu pihaknya juga melakukan sosialisasi terkait dengan upaya pencegahan penyebaran COVID-19 pada tahapan penyelenggaraan Pilkada sehingga tidak ada kekhawatiran pemilih untuk datang ke TPS untuk memberikan suaranya.

"Kami terus sosialisasikan bahwa seluruh tahapan Pilkada sesuai dengan standar prosedur protokol kesehatan dan dilaksanakan secara ketat. Ini untuk memberikan jaminan agar pemilih tidak takut datang ke TPS," ujarnya.

Ia mengatakan, dengan upaya tersebut pihaknya optimistis bahwa partisipasi pemilih pada Pilkada Sleman 2020 dapat sesuai target.

Ia mengatakan, pihaknya terus melakukan sosilisasi di masyarakat bahwa pelaksanaan Pilkada Sleman diupayakan sangat aman terhadap penyebaran COVID-19.

"Sosialisasi ini perlu disampaikan lebih dini agar memberikan pemahaman kepada calon pemilih untuk tetap datang ke TPS pada saat pemungutan suara tanpa ada rasa takut sehingga partisipasi pemilih akan meningkat," ucap dia.

Pada Pilkada Sleman 2020, ada 794.839 warga Kabupaten Sleman yang memilik hak pilih dalam Pilkada Serentak yang digelar 9 Desember 2020.

"Dari 794.839 DPS, sebanyak 385.940 merupakan laki-laki, dan 408.899 lainnya merupakan perempuan," katanya.

Sementara untuk jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Sleman ada sebanyak 2.124. "Kapanewon (Kecamatan) Depok adalah Kapanewon dengan TPS terbanyak, yaitu 240 TPS," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar