23 pasien COVID-19 di Bantul dinyatakan sembuh

id Ruang pasien covid,sembuh

23 pasien COVID-19 di Bantul dinyatakan sembuh

Ruang isolasi pasien positif COVID-19 (Foto ANTARA)

Bantul (ANTARA) - Sebanyak 23 pasien konfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (19/11) dinyatakan sembuh, sehingga total angka kesembuhan dari paparan virus corona baru tersebut per hari ini sebanyak 1.024 orang.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bantul dalam keterangan resminya, Kamis malam, menyatakan 23 pasien sembuh itu berasal dari Kecamatan Kasihan tujuh orang, kemudian Sewon dua orang, Pajangan tiga orang, Bantul empat orang, Jetis satu orang, Pundong satu orang, Sanden satu orang, dan Kretek tiga orang.

Sementara, pasien konfirmasi positif COVID-19 di Bantul dalam 24 jam terakhir bertambah 12 orang berasal dari Kecamatan Kasihan satu orang, Sewon dua orang, Banguntapan tiga orang, Piyungan tiga orang, Imogiri satu orang, kemudian Pandak satu orang, dan Kecamatan Kretek satu orang.



Dengan demikian, total kasus positif COVID-19 di Bantul secara akumulasi hingga Kamis (19/11) sebanyak 1.406 orang.

Gugus Tugas COVID-19 Bantul juga menginformasikan adanya kasus positif meninggal ada satu orang berasal dari Kecamatan Sewon, sehingga total pasien COVID-19 meninggal sampai saat ini berjumlah 31 orang.

Dengan begitu, pasien positif COVID-19 di Bantul yang masih menjalani isolasi di rumah sakit rujukan di wilayah Bantul maupun DIY berjumlah 351 orang, dengan terbanyak di Kecamatan Sewon berjumlah 234 orang, disusul Banguntapan 23 orang, dan Pajangan 19 orang.

Sementara itu, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bantul Helmi Jamharis mengatakan, bersama dengan Dinas Kesehatan terus melakukan skrining maupun tracing terhadap kelompok rentan terpapar COVID-19, termasuk di pondok pesantren yang akhir-akhir ini ditemukan kasus positif.



"Ponpes baik yang ada di Pajangan maupun Pandak itu sama-sama menjadi ponpes yang terus kita monitor, dan kita masih koordinasi dengan pengasuh untuk waktunya, cuma Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan kepada saya akan melakukan skrining di ponpes Pajangan," katanya.

Dia juga mengatakan, dalam melakukan skrining maupun pemeriksaan cepat sebagai upaya pengendalian COVID-19, Gugus Tugas tetap memperhatikan skala prioritas, karena menyesuaikan dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) kesehatan.

"Karena SDM kita tidak sebanyak sebagaimana kebutuhan, sehingga kita akan menetapkan skala prioritas yang itu kajiannya ditetapkan oleh Dinas Kesehatan," kata Helmi yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul tersebut.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar