Peneliti: Pandemi COVID-19 dapat dijadikan akselerator transformasi digital

id digital

Peneliti: Pandemi COVID-19 dapat dijadikan akselerator transformasi digital

Senior Professional Service Consultant Lark Suryanto Lee. (HO-Istimewa)

Yogyakarta (ANTARA) - Peneliti Sosial dan Komunikasi Dr Devie Rahmawati mengatakan bahwa situasi pandemi COVID-19 dapat dijadikan akselerator untuk mulai melakukan transformasi digital.

"Setiap perusahaan, baik korporasi, perusahaan rintisan (start-up), maupun UMKM harus berani keluar dari zona aman dan memulai transformasi cara bekerja dengan memanfaatkan platform digital," katanya pada media briefing secara virtual, Rabu.

Untuk menjawab tantangan yang timbul dalam kondisi pandemi saat ini, menurut dia, penerapan teknologi dapat memberikan peluang bagi sebuah bisnis untuk dapat bergerak lebih cepat dan produktif walau bekerja secara jarak jauh.

Namun, kata dia, salah satu hambatan yang ditemui para pekerja yakni terlalu banyak aplikasi yang harus digunakan untuk menunjang pekerjaan dan komunikasi.

"Peralihan dari satu aplikasi ke aplikasi lain pun menimbulkan distraksi yang dapat menurunkan produktivitas, sehingga dibutuhkan sebuah aplikasi mobile dan berbasis web yang terintegrasi sehingga produktivitas dapat terus ditingkatkan," ucap Devie.

PT Diamond Food Indonesia, salah satu perusahaan yang dikenal menghasilkan berbagai macam produk makanan dan minuman favorit bagi hampir 300 juta masyarakat Indonesia, menjadi salah satu perusahaan yang berhasil melakukan transformasi digital di masa pandemi.

Dengan memiliki lebih dari 7.000 karyawan, PT Diamond Food Indonesia mengimplementasikan Lark sebagai sarana komunikasi dan kolaborasi perusahaan. Bagi perusahaan sebesar PT Diamond Food Indonesia, komunikasi antardivisi merupakan hal yang sangat penting dalam menunjang performa perusahaan.

Dengan menggunakan Lark yang mudah digunakan dan dapat diakses dari mana saja, seluruh kendala komunikasi perusahaan dapat teratasi, tanpa lagi membutuhkan sederet aplikasi lainnya, sehingga mampu untuk meningkatkan produktivitas serta keamanan dalam berkomunikasi dan bertukar data.

Seiring dengan pembatasan interaksi fisik sepanjang tahun 2020 akibat pandemi COVID-19, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)menghadapi tantangan dalam mempertahankan perekonomian daerah yang terdampak. Selain harus beradaptasi dengan sistem kerja jarak jauh, berbagai bisnis juga harus mulai menerapkan teknologi digital yang tepat sehingga produktivitas tetap terjaga.
 
Tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi COVID-19 menjadi pukulan berat terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Yogyakarta. Ana Haryadi selaku Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Yogyakarta menyatakan bahwa sekitar 70 persen pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah telah terdampak dari adanya pandemi COVID-19.

Membantu menghadapi tantangan tersebut, Lark sebagai platform kolaborasi digital menghadirkan solusi agar masyarakat dapat tetap bekerja dengan produktif kapanpun dan di manapun melalui berbagai fitur penunjang yang terintegrasi dalam satu aplikasi.

Lark memiliki berbagai collaboration tools yang terintegrasi dalam satu platform yang saling terhubung. Dengan menghadirkan fitur seperti grup chat yang bisa menjangkau hingga 5.000 orang, panggilan video tanpa batas hingga 100 peserta, dan penyimpanan cloud gratis hingga 200GB, memungkinkan para pengguna untuk berkolaborasi secara dinamis.

Messenger, Konferensi Video, Docs & Sheets, Penyimpanan Cloud, Kalender, dan Mail yang terintegrasi menjadikan Lark sebagai pusat komunikasi yang efektif.

"Dengan Lark pengguna dapat mengerjakan berbagai macam hal dalam satu aplikasi. Mulai dari membuat dan mengedit dokumen, menerima email, mengirimkan pesan, mengelola agenda, hingga menelepon, serta melakukan video conference tanpa harus berpindah aplikasi," kata Senior Professional Service Consultant Lark Suryanto Lee.

Fitur dokumen Lark juga dapat diakses secara bersama-sama, sehingga setiap anggota tim dapat mengerjakan dokumen, dan saling memberi ide, komentar atau masukan dalam waktu yang bersamaan.

"Lark dapat meningkatkan konektivitas antarindividu dalam sebuah tim sehingga produktivitas bekerja dapat terus meningkat walaupun bekerja dari rumah," katanya.
 
Ia mengharapkan melalui kehadiran platform kolaborasi Lark, akan mampu mendorong pembangunan sumber daya manusia dan meningkatkan literasi digital masyarakat di Kota Yogyakarta.

"Hal ini tentu bermanfaat untuk menggenjot laju perekonomian yang sempat melambat akibat pandemi COVID-19," kata Suryanto.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar