Kowani sebut Hari Ibu bukan "Mother's Day"

id Peringatan Hari Ibu 2020 ,Kongres Perempuan Indonesia,Giwo Rubianto Wiyogo,Kongres Wanita Indonesia,Kowani,Pemberdayaan

Kowani sebut Hari Ibu bukan "Mother's Day"

Pengunjung melihat pameran sejarah pahlawan perempuan ibu bangsa di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta. Minggu (22/12/2019). Pameran tersebut menyajikan serangkaian diorama dan foto-foto pahlawan perempuan dalam rangka peringatan Hari Ibu Nasional yang diselenggarakan hingga 22 Januari 2020. ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww

Hari Ibu berasal dari Kongres Perempuan Indonesia I yang diselenggarakan 22 Desember 1928 di Yogyakarta..
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember di Indonesia bukanlah seperti Mother's Day yang dirayakan di negara-negara lain.

"Hari Ibu berasal dari Kongres Perempuan Indonesia I yang diselenggarakan 22 Desember 1928 di Yogyakarta yang salah satu keputusannya adalah membentuk satu organisasi federasi mandiri dengan nama Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia," kata Giwo dalam bincang media yang diadakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak secara virtual di Jakarta, Jumat.

Giwo mengatakan Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia bertujuan meningkatkan harkat dan martabat perempuan Indonesia menjadi perempuan yang maju, di samping bahu-membahu dengan laki-laki memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Baca juga: Yogyakarta memastikan ketersediaan selter dan kamar pasien COVID-19

Kongres Perempuan Indonesia I diselenggarakan sebagai kelanjutan dari Kongres Pemuda II yang diselenggarakan di Jakarta, 28 Oktober 1928 yang melahirkan Sumpah Pemuda.

"Tujuh pendiri Kongres Perempuan Indonesia yang pertama adalah Wanito Utomo, Putri Indonesia, Aisyiyah, Jong Islamieten Bond, Wanita Taman Siswa, Jong Java Meisjeskring, dan Wanito Katholik," tuturnya.

Baca juga: Sebanyak 45 persen pelaku usaha di Yogyakarta masih mengabaikan jaga jarak

Kongres Perempuan I kemudian diikuti dengan beberapa kongres berikutnya. Pada 1935 di Jakarta, diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia II yang salah satu keputusan pentingnya adalah kewajiban utama perempuan Indonesia adalah menjadi ibu bangsa yang berusaha menumbuhkan generasi baru yang lebih sadar akan kebangsaan.

Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember merupakan salah satu keputusan Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung pada 1938, merujuk pada tanggal pelaksanaan Kongres Perempuan Indonesia I.

"Keputusan itu kemudian dikukuhkan pemerintah Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur pada 16 Desember 1959," kata Giwo.

Melihat sejarah Kongres Perempuan Indonesia dan penetapannya, maka Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember sejatinya adalah hari peringatan pergerakan perempuan Indonesia. 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar