Bupati Sleman mengharapkan calon lurah bersaing sportif dalam pilkades

id Pilkades serentak sleman ,Bupati Sleman ,Pilkades e-voting ,Pemilihan lurah Sleman

Bupati Sleman mengharapkan calon lurah bersaing sportif dalam pilkades

Bupati Sleman Sri Purnomo saat memberikan pengarahan kepada para calon lurah yang maju dalam Pilkades Serentak 2020 di Kabupaten Sleman. Foto Antara/HO-Humas Pemkab Sleman

Sleman (ANTARA) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Purnomo mengharapkan calon lurah yang mengikuti Pemilihan Kepala Desa/Lurah serentak secara e-voting pada 20 Desember 2020 dapat bersaing secara sportif.

"Kepada seluruh peserta pemilihan lurah, saya harapkan untuk menghindari politik uang dalam pemilihan lurah. Bersainglah dalam pilihan lurah secara jujur dan penuh sportivitas," kata Sri Purnomo dalam Pengarahan Persiapan Pemilihan Lurah Serentak Kabupaten Sleman dan Pembekalan Calon Lurah Tahun 2020 di Gedung Serbaguna Sleman, Rabu.

Menurut dia, pelaksanaan pemilihan lurah secara serentak di Kabupaten Sleman menggunakan metode e-voting yang merupakan pertama kali di DIY, sehingga ini menjadi tanggung jawab seluruh jajaran untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan lurah ini.

"Marilah kita tunjukkan kepada masyarakat luas bahwa Sleman mampu melaksanakan pemilihan lurah secara 'e-voting' dengan baik, terbuka, jujur, dan lancar," katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan Kabupaten Sleman Budiharjo mengatakan bahwa Pemilihan Lurah Serentak Kabupaten Sleman Tahun 2020 secara "e-voting" dilaksanakan oleh 49 kelurahan di 17 kecamatan dengan sebanyak 1.102 tempat pemungutan suara (TPS).

"Kegiatan pengarahan dan pembekalan tersebut bertujuan untuk konsolidasi, penyamaan persepsi dan transfer informasi pada calon lurah peserta Pemilihan Lurah Serentak Kabupaten Sleman Tahun 2020," katanya.

Budiharjo mengatakan bahwa pemilihan lurah secara "e-voting" tetap melaksanakan protokol kesehatan. Adapun kesiapan pelaksanaan protokol kesehatan meliputi penyediaan cairan disinfektan dan sabun cuci tangan di setiap TPS, masker, 'face shield' dan sarung tangan sekali pakai bagi KPPS, sarung tangan dan alat oles tinta sekali pakai bagi pemilih serta kantong sampah bagi TPS.

"Kami juga telah melakukan 'Rapid Diagnostic Test' (RDT) bagi SDM yang terlibat langsung pada pemilihan lurah e-voting nanti," katanya.

Ia mengatakan, SDM tersebut meliputi 1.095 Tim Teknis Lapangan, cadangan Tim Teknis Lapangan 114 orang, Panitia Kelurahan 539 orang, dan KPPS 7.717 orang.

"Bagi yang RDT hasilnya reaktif akan dilanjutkan 'swab test'. Jika hasilnya positif COVID-19, kami telah menyiapkan petugas cadangan," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar