UAD Yogyakarta diharapkan fokus menghasilkan SDM unggul

id uad

UAD Yogyakarta diharapkan fokus menghasilkan SDM unggul

Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta Dr Muchlas MT menyampaikan laporan tahunan pada acara Milad ke-60 UAD (HO-Istimewa)

Yogyakarta (ANTARA) - Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta diharapkan selalu fokus untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul melalui penyiapan kompetensi-kompetensi yang saat ini sangat dinamis.

"Menghasilkan sumber daya yang unggul merupakan cita-cita dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nizam secara virtual dalam acara Milad ke-60 UAD Yogyakarta, Sabtu.

Hal tersebut, menurut dia, hanya dapat diwujudkan dengan kerja keras dari setiap insan pendidikan tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Nizam menjelaskan kebutuhan kompetensi pada 5 sampai 10 tahun ke depan akan berbeda dengan kompetensi yang ada sekarang. Hal tersebut didorong oleh kemajuan teknologi yang sangat pesat dan banyaknya disrupsi yang terjadi.

Oleh karena itu, cara yang dapat dilakukan agar dapat memastikan lulusan-lulusan perguruan tinggi selalu mempunyai kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan zaman adalah dengan memberikan ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi.

"Mahasiswa harus mempunyai ruang yang luas untuk memperkaya kompetensi sesuai dengan cita-cita, 'passion', serta bakat yang dimilikinya. Jangan sampai mahasiswa terjebak dalam suatu program studi yang tidak memberikan ruang bagi mahasiswa," katanya.

Ia mengatakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka memberikan ruang tersebut bagi mahasiswa untuk menggunakan satu semester dengan 20 SKS yang memperbolehkan mahasiswa mengambil mata kuliah dari program studi lain, karena kompetensi lintas disiplin merupakan kompetensi yang sangat penting di era ini.

Kemudian memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menggunakan dua semester sampai dengan 12 bulan yang memperbolehkan mahasiswa meninggalkan kampus untuk mendapatkan berbagai macam pengalaman melalui berbagai kegiatan.

Nizam juga mengungkapkan saat ini di negara-negara maju sedang terjadi "micro credentials" atau pengayaan kompetensi secara spesifik yang diberikan untuk mahasiswa dengan "background" atau fondasi keilmuan yang cukup kuat untuk dapat lebih fit dengan kebutuhan yang sangat dinamis saat ini.

"'Micro credentials' tersebut sangat dibutuhkan oleh dunia industri, terutama pada dunia industri digital saat ini, sehingga pemerintah sudah menyiapkan beberapa program 'micro credentials' yang dapat diikuti oleh mahasiswa," katanya.

Sementara itu, Rektor UAD Dr Muchlas MT mengatakan implementasi sistem penjaminan mutu internal secara berkelanjutan mengantarkan UAD meraih akreditasi perguruan tinggi peringkat A sejak 2017.

"Tahun 2020 terdapat penambahan tiga program studi terakreditasi A yakni Program Studi Pnedidikan Matematik (S1), Program Studi Manajemen (S1), dan Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (S2)," katanya.

Menurut dia, UAD saat ini memiliki 52 program studi yang terdiri atas satu program vokasi (D4), 36 program sarjana (S1), 12 program magister (S2), dan tiga program profesi.

"Pada 2020, UAD sedang mengusulkan pendirian program Magister Ilmu Hukum, Magister Bimbingan dan Konseling, Magister Teknik Kimia, dan Program Doktor Farmasi," kata Muchlas.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar