Menkeu revisi proyeksi ekonomi RI tumbuh negatif 2,2-1,7 persen pada 2020

id kontraksi ekonomi, resesi ekonomi, pertumbuhan ekonomi, menkeu sri mulyani

Menkeu revisi proyeksi ekonomi RI tumbuh negatif 2,2-1,7 persen pada 2020

Dokumentasi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam diskusi daring di Jakarta. ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah/aa. (ANTARA/AstridFaidlatulHabibah)

Memang ini sedikit lebih baik dibandingkan rata-rata negara ASEAN atau emerging market tapi kita tetap waspada.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia keseluruhan tahun 2020 masih berada dalam rentang negatif namun kontraksinya lebih dalam yakni minus 2,2 hingga minus 1,7 persen.

“Memang ini sedikit lebih baik dibandingkan rata-rata negara ASEAN atau emerging market tapi kita tetap waspada,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual realisasi APBN per November 2020 di Jakarta, Senin.

Sebelumnya, Menkeu memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI selama tahun ini berada pada kisaran minus 1,7 hingga minus 0,6 persen.

Baca juga: Kulon Progo memfokuskan pembangunan untuk kebangkitan ekonomi masyarakat

Total, pemerintah sudah melakukan empat kali revisi pada 2020 yakni Mei-April yakni minus 0,4 hingga 2,3 persen, kemudian Mei-Juni 0,4 persen hingga 1,0 persen, September-Oktober minus 1,7 hingga minus 0,6 persen dan Desember ini minus 2,2 hingga minus 1,7 persen.

Menkeu menjelaskan ketidakpastian yang tinggi karena pandemi COVID-19 membuat proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh berbagai institusi mengalami beberapa kali revisi.

Bank Pembangunan Asia (ADB) juga melakukan empat kali revisi dengan proyeksi terbaru mencapai minus 2,2 persen, IMF tiga kali revisi dengan proyeksi mencapai minus 1,5 persen.

Kemudian, Bank Dunia juga empat kali revisi dengan proyeksi mencapai minus 2,2 persen dan OECD juga empat kali revisi dengan proyeksi mencapai minus 2,4 persen.

Baca juga: Erick sebut semua vaksin COVID di WHO telah lewati uji klinis dengan baik

Dalam outlook 2020, Menkeu menjelaskan hanya konsumsi pemerintah yang diperkirakan tumbuh positif yakni 0,3 persen sedangkan indikator lain seperti konsumsi rumah tangga tumbuh negatif 2,7 hingga 2,4 persen.

Kemudian, investasi diproyeksi tumbuh negatif kisaran 4,5 hingga 4,4 persen, ekspor kontraksi 6,2 persen hingga 5,7 persen dan impor juga diproyeksi tumbuh negatif kisaran 15 persen hingga 14,3 persen.

Sementara itu, untuk kuartal IV-2020, Menkeu memproyeksi pertumbuhan ekonomi mencapai kisaran minus 2,9 hingga minus 0,9 persen.
 

Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar