Pemkab Bantul utamakan kesehatan masyarakat dibanding pendapatan pariwisata

id Parangtritis

Pemkab Bantul utamakan kesehatan masyarakat dibanding pendapatan pariwisata

Objek wisata Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul, DIY. ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta lebih mengutamakan kesehatan masyarakat di tengah pandemi wabah COVID-19 dibanding perolehan pendapatan asli daerah dari kegiatan jasa usaha sektor pariwisata.

"Tentunya kalau saat pandemi COVID-19 ini kami tidak berfikir pada pendapatan asli daerah, tetapi kami lebih mengutamakan kesehatan warga masyarakat," kata Sekretaris Daerah Bantul Helmi Jamharis di Bantul, Senin.

Pernyataan tersebut menanggapi adanya penurunan kunjungan wisatawan ke Bantul yang berdampak pada perolehan pendapatan asli daerah, hal itu dikarenakan adanya pembatasan operasional objek wisata dan kebijakan pengetatan aktifitas wisatawan selama pandemi COVID-19.

Selama liburan Natal dan Tahun Baru, Bantul membatasi jam buka objek wisata, melarang kegiatan perayaan Tahun Baru, dan mengikuti arahan pemerintah agar wisatawan ke Bantul bebas dari COVID-19. Kebijakan itu tertuang pada Surat Edaran tentang protokol kesehatan selama liburan sejak 24 Desember 2020 sampai 8 Januari 2021.

"Artinya kesehatan masyarakat itu utama dibanding dengan pendapatan asli daerah. Pendapatan yang turun bagi kami tidak masalah, tetapi yang penting masyarakat sehat," kata Helmi.


Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, capaian kunjungan ke Bantul pada 2020 total dari Januari sampai minggu keempat Desember sudah sekitar 1,6 juta orang selama pelaksanaan objek wisata yang beretribusi atau dikelola pemerintah.

"Kalau terkait dengan data kunjungan berarti ini kurang lebih masih 50 persen dibanding biasanya, karena kita tahun lalu bisa di angka 3,5 juta orang setahun, mungkin sampai akhir tahun ini hanya sekitar 1,7 juta orang, artinya separo dari tahun sebelumnya," kata Heru Prabowo.

Dia mengatakan, pandemi COVID-19 memang menjadi salah satu faktor utama penurunan aktivitas wisatawan karena untuk mencegah penularan makin meluas, tetapi diakui geliat sektor pariwisata semakin tumbuh dan membaik seiring penerapan protokol kesehatan yang makin didisiplinkan kepada masyarakat pelaku wisata.

"Jadi kalau kegiatan pariwisata jalan, aktivitas ekonomi ternyata juga menggeliat, artinya tidak terlalu parah dampaknya, mudah-mudahan makin selaras, bahwa kondisi kesehatan segera membaik pariwisata baik dan masyarakat tidak ada masalah baru, ini yang kita harapkan," kata Heru.
 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar