Polda Metro menyiapkan Posko Sriwijaya Air di RS Polri Kramat Jati

id polda metro jaya,sriwijaya air

Polda Metro menyiapkan Posko Sriwijaya Air di RS Polri Kramat Jati

Suasana pencarian puing dan korban pesawat sriwijaya air di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu, sabtu malam. (ANTARA/Gulkarmat Kepulauan Seribu)

Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya telah menyiapkan Posko Antemortem Sriwijaya Air di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, terkait peristiwa kecelakaan yang menimpa pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dengan rute Jakarta-Pontianak di perairan Kepulauan Seribu.

"Polda Metro Jaya malam ini sudah menyiapkan pos antemortem atau DVI Polri di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, yang akan melayani keluarga korban pesawat yang akan mencari keluarga apabila ditemukan jenazah korban," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Sabtu.



Identifikasi antemortem adalah identifikasi dengan data-data fisik korban seperti nama, umur, berat badan, tinggi badan, pakaian, dan aksesoris yang dikenakan korban terakhir kali, sampai dengan barang bawaan korban serta kepemilikan lainnya.

Yusri juga mempersilakan pihak keluarga yang hendak mencari informasi mengenai sanak saudaranya yang menjadi penumpang Sriwijaya Air SJ 182 untuk datang ke Posko Sriwijaya Air di RS Polri Kramat Jati.

"Jadi keluarga korban yang akan mencari informasi silahkan ke RS Polri Kramat Jati," kata Yusri.



Polda Metro Jaya juga telah menyiapkan Tim Search and Rescue (SAR) terkait hilang kontaknya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dengan rute Jakarta-Pontianak.

Yusri mengatakan Polda Metro Jaya telah menyiapkan tim SAR dari jajarannya yang mempunyai kemampuan untuk misi pencarian dan penyelamatan di wilayah perairan.

"Kami dari Polda Metro Jaya menyiapkan Polair, Polres Kepulauan Seribu, SAR Sabhara, dan SAR Brimob," tambahnya.

Sebelumnya, Bupati Kepulauan Seribu Junaedi menyebutkan pesawat Sriwijaya Air jatuh di perairan sekitar Pulau Laki, Kelurahan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan pada Sabtu.



"Info dari nelayan bubu, melihat ada benda jatuh di laut sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki getaran jatuhnya pesawat sampai ke pemukiman Pulau Lancang," ujar Junaedi yang disampaikan Kominfotik Kepuluan Seribu.

Junaedi mengungkapkan menerima informasi dugaan pesawat jatuh sekitar pukul 14.30 WIB, selanjutnya tim gabungan dari aparatur Kelurahan Pulau Pari, Banbinsa, Damkar, Satpol tim SAR dibantu nelayan menyisir di sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar