Pemkab Kulon Progo jamin stok kebutuhan pokok aman selama PPKM

id stok sembako aman,Kulon Progo,Disperindag Kulon Progo

Pemkab Kulon Progo jamin stok kebutuhan pokok aman selama PPKM

Produksi cabai merah di lahan pantai Kabupaten Kulon Progo terpantau aman. Penjualan cabai di tingkat petani dilakukan secara lelang supaya petani mendapat harga terbaik. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjamin stok kebutuhan pangan pada Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang berlangsung pada 11-25 Januari 2021 aman, meski ada beberapa kebutuhan yang mengalami kenaikan harga seperti cabai dan kedelai.

"Berdasarkan hasil pantuan petugas di enam pasar rakyak di Kulon Progo setiap Senin dan Kamis, ketersediaan kebutuhan pokok masih aman. Hanya saja ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan signifikan, yakni cabai dan kedelai," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kulon Progo Iffah Muffidati di Kulon Progo, Selasa.

Ia mengatakan harga kebutuhan pokok yang mempengaruhi inflasi, yakni cabai baik cabai rawit merah dan cabai merah keriting. Dua minggu lalu, harga cabai rawit merah masih berkisar antara Rp60 ribu sampai Rp75 ribu sekarang sudah mencapai Rp80 ribu sampai Rp85 ribu. Kemudian cabai keriting juga dari Rp50 ribu sampai Rp60 ribu sekarang sudah mencapai Rp70 ribu sampai Rp80 ribu per kilogram.

Kenaikan harga cabai tidak lepas dari sistem pasar lelang komoditas tersebut. Harga cabai ditentukan mekanisme pasar, sehingga petani mendapat harga terbaik, namun ini berimbas dari ketidakstabilan harga karena dipengaruhi permintaan dan ketersediaan.

"Kami hanya bisa melakukan pemantuan harga dan ketersediaan cabai. Hasil pemantuan, ketersediaan cabai masih aman," katanya.

Selanjutnya, kata Iffah, komoditas yang mengalami lonjakan yakni kedelai. Meski tidak masuk dalam sembilan kebutuhan pokok, kenaikan kedelai mendapat perhatian dari masyarakat. Saat ini, harga kedelai impor dan lokal berkisar Rp9 ribu sampai Rp10 ribu per kilogram. Harga ini sudah berlangsung sejak awal tahun.

"Kenaikan harga kedelai tidak terlepas dari impor kedelai Tiongkok ke Amerika, sehingga impor Indonesia menurun," katanya.

Ia mengatakan harga sembako yang mengalami penurunan yakni telur dari Rp27 ribu menjadi Rp23 ribu sampai Rp24 ribu per kilogram. Ayam potong yang awalnya berkisar Rp37 per kilogram, menjadi Rp34 ribu sampai Rp35 ribu per kilogram.

"Harga beras masih stabil berkisar antara Rp8 ribu sampai Rp9 ribu per kilogram untuk beras kualitas medium," katanya.

Salah satu pedagang Pasar Wates Rawi mengatakan harga telur turun, dari Rp27 ribu menjadi Rp23.500 per kilogram. Harga minyak goreng dan lainnya masih stabil, begitu juga harga beras berkisar Rp9 ribu per kilogram.

"Permintaan turun karena ada Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat," katanya.
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar