Kulon Progo tak batasi jam operasional pasar rakyat

id Pasar rakyat,protokol kesehatan,COVID-19,Kulon Progo,Disperindag Kulon Progo

Kulon Progo tak batasi jam operasional pasar rakyat

Salah satu pasar rakyat di Kulon Progo yang pernah ditutup sementara untuk sterilisasi karena menimbulkan klaster penyebaran COVID-19. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kami tidak melakukan pembatasan jam operasional pasar rakyat. Takutnya, kalau ada pembatasan jam operasional, pembeli berdesakan dan tidak patuh protokol kesehatan,
Kulon Progo (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tidak melakukan pembatasan operasional pasar rakyat selama Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 11-25 Januari 2021 karena masuk dalam sektor esensial berkaitan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Iffah Mufidati di Kulon Progo, Rabu, mengatakan tidak diberlakukannya jam operasional ini untuk mengantisipasi kerumunan pembeli di pasar rakyat, sehingga berpotensi penyebaran COVID-19.

"Kami tidak melakukan pembatasan jam operasional pasar rakyat. Takutnya, kalau ada pembatasan jam operasional, pembeli berdesakan dan tidak patuh protokol kesehatan," kata Iffah Mufidati.

Baca juga: Pasien terkonfirmasi COVID-19 di Kulon Progo tercatat 1.318 orang

Sesuai Instruksi Bupati Kulon Progo Nomor 1 Tahun 2021 poin ketiga bahwa kegiatan ekonomi di pasar rakyat merupakan faktor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Ia mengatakan untuk melaksanakan instruksi bupati tersebut, Disperindag Kulon Progo bekerja sama dengan pemangku kepentingan mulai dari pemerintah kecamatan, kepolisian dan TNI, serta relawan lainnya melakukan pemantauan secara rutin di pasar-pasar rakyat dalam pelaksanaan protokol kesehatan.

"Kami memberlakukan protokol kesehatan secara ketat di pasar-pasar rakyat, supaya tidak ada klaster penyebaran COVID-19. Saat ini, berdasarkan laporan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sudah ada dua pasar rakyat yang memunculkan klaster penyebaran COVID-19 yakni Pasar Pripih dan Pasar Jaganan. Untuk itu, kami memperketat protokol kesehatan di setiap pasar rakyat," katanya.

Baca juga: Pemkab Kulon Progo jamin stok kebutuhan pokok aman selama PPKM

Iffah berharap pedagang pasar rakyat mematuhi protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Begitu juga dengan pembeli juga patuh pada protokol kesehatan demi keselamatan bersama. Di setiap pasar rakyat sudah di pasang tempat-tempat cuci tangan, baik bantuan dari perbankan dan CSR dari pihak swasta.

"Kami berharap memakai masker menjadi kebiasaan baru setiap kita keluar rumah. Kami mengharapkan pedagang dan pembeli untuk mematuhi protokol kesehatan," katanya.

Baca juga: Pemkab Kulon Progo didesak tinjau ulang perizinan toko jejaring

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Fajar Gegana mengatakan pihaknya secara intensif melakukan pengawasan pelaksanaan PPKM. Kebijakan ini sangat strategis dalam menekan penyebaran COVID-19.

"Kami juga berharap kesadaran masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan demi keselamatan kita bersama," katanya.
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar