Kementan menyiapkan SDM profesional pertanian milenial

id kementan

Kementan menyiapkan SDM profesional pertanian milenial

Rapat Koordinasi Teknis mengenai Pendidikan Tinggi Menengah Vokasi Pertanian (HO-Istimewa)

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) berusaha menyiapkan SDM profesional sebagai pengusaha pertanian milenial yang memiliki semangat kompetisi tinggi.

"SDM pertanian yang maju akan menghasilkan inovasi pertanian yang baik dan dan menyesuaikan perkembangan, mampu membangun sarana dan prasarana, sistem, serta kebijakan yang mendukung serta menguntungkan pertanian. Sudah saatnya milenial mengambil peran dalam pembangunan pertanian," kata Kepala Badan PPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi.

Hal itu dikatakan Dedi Nursyamsi saat membuka Rapat Koordinasi Teknis mengenai Pendidikan Tinggi Menengah Vokasi Pertanian yang diselenggarakan Badan PPSDMP Kementan pada tanggal 13-14 Januari 2021.

Kegiatan yang dilaksanakan di Bogor tersebut dihadiri oleh 60 peserta yang terdiri dari perwakilan Pimpinan Polbangtan se-Indonesia, Pimpinan PEPI, Duta Petani Milenial, dan perwakilan Kelompok PWMP.

Rangakaian kegiatan yang berjalan selama 2 hari tersebut berisi pemaparan dan evaluasi implementasi kegiatan Pendidikan Vokasi Pertanian tahun 2020 dan dilanjutkan dengan koordinasi serta sinkronisasi implementasi kegiatan terkait penyelenggaraan Pendidikan Vokasi Pertanian untuk mendukung program strategis Kementan.

Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pada Rakornas 2021 bahwa salah satu fokus pembangunan pertanian adalah melahirkan milenial-milenial andal yang mampu menjadi roda penggerak atau garda terdepan pembangunan pertanian di Indonesia.

Bahkan, Mentan mengatakan pada tahun 2021 ada 1.000 petani milenial yang akan melaksanakan magang di Jepang, 1.000 petani milenial yang akan mengikuti Diklat Kewirausahaan, serta didirikannya Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) di 34 provinsi.

Sebagai salah satu penyelenggara Pendidikan Vokasi di Kementerian Pertanian, Polbangtan YoMa turut menjadi narasumber mengenai Internalisasi Hasil Program YESS (Youth Enterpreneurship and Employment Support Service) ke UPT Pendidikan.

Plt Direktur Polbangtan YoMa Dr Rajiman mengatakan program YESS merupakan salah satu program di bawah PWMP (Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian) yang bertujuan untuk mengembangkan generasi muda dan regenerasi petani di perdesaan untuk menjadi wirausahawan muda dan tenaga kerja profesional di bidang pertanian.

"Program YESS diharapkan akan menghasilkan agrosociopreneur yang bukan hanya dapat mengembangkan usaha di bidang pertanian, tetapi juga akan meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar," kata Rajiman.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar