Polbangtan YoMa ajak pegawai siap vaksinasi COVID-19

id polbangtan yoma,vaksin

Polbangtan YoMa ajak pegawai siap vaksinasi COVID-19

Polbangtan YoMa ajak pegawai sukseskan program vaksinasi COVID-19 lewat aksi siber (HO-Istimewa)

Yogyakarta (ANTARA) - Plt Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang (YoMa) Dr Rajiman melalui Kepala Bagian Umum Hari Sudharto mengajak pegawai Polbangtan YoMa untuk siap vaksinasi COVID-19 demi memulihkan Indonesia dari pandemi guna menunjukkan partisipasi terhadap program vaksinasi.

Ajakan tersebut diwujudkan dengan kegiatan aksi siber penggunaan twibbon "Siap Divaksinasi COVID-19" yang diluncurkan oleh Biro Humas Kementerian Pertanian (Kementan).

Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia resmi dimulai pada Rabu (13/1) ditandai dengan penyuntikan pertama vaksin kepada Presiden Joko Widodo. Berdasarkan keterangan Menteri Kesehatan Budi Sadikin, program vaksinasi direncanakan akan menyasar 70 persen masyarakat Indonesia atau sekitar 181,5 juta orang yang berasal dari berbagai kalangan.

Mengutip imbauan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), Plt Direktur Polbangtan YoMa Dr Rajiman turut menekankan bahwa seluruh pegawai diimbau agar tetap disiplin menrapkan protokol kesehatan baik selama berada di lingkungan kerja maupun di luar lingkungan kerja.

"Laksanakan protokol kesehatan. Kenakan masker, jaga jarak, hindari kerumunan, rajin cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir. Setidaknya dengan taat prokes kita turut menjaga keselamatan diri dan keluarga kita," kata Rajiman kepada pegawai Polbangtan YoMa.

Senada dengan imbauan Menteri Pertanian SYL, Kepala Badan PPSDM Pertanian Dedi Nursyamsi turut berpesan bahwa pandemi COVID-19 jangan menghalangi insan pertanian memenuhi kebutuhan pangan 267 juta jiwa.

"Patuhi protokol kesehatan agar kinerja tetap terjaga," kata Dedi.

Kepala Bagian Umum Polbangtan YoMa Hari Sudharto menuturkan bahwa selain disiplin protokol kesehatan, vaksin COVID-19 adalah salah satu upaya dan harapan Indonesia agar terbebas dari COVID-19.

Berdasarkan keterangan resmi dari Kementerian Kesehatan, pemerintah memiliki enam kriteria dan prioritas penerima vaksin, yakni:
1. Garda terdepan, yaitu petugas medis, paramedis, "contact tracing", TNI/Polri, dan aparat hukum.
2. Tokoh agama/masyarakat, perangkat daerah (kecamatan, desa, RT/RW) dan sebagian pelaku ekonomi.
3. Guru/tenaga pendidik dari PAUD/TK, SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi.
4. Aparatur pemerintah (pusat, daerah, dan legislatif).
5. Peserta BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran).
6. Masyarakat dan pelaku ekonomi lainnya.

Insan Kementan sebagai garda depan penjaga ketahanan pangan masyarakat Indonesia tentunya harus siap untuk divaksinasi COVID-19.

"Berjuang bersama, ikhtiar bersama, sudah saatnya kita memutus rantai COVID-19. Waktunya bangkit untuk pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern," kata Hari.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar