Pasien sembuh dari COVID-19 di Bantul bertambah 91 menjadi 3.690 orang

id Petugas kesehatan

Pasien sembuh dari COVID-19 di Bantul bertambah 91 menjadi 3.690 orang

Petugas kesehatan Dinkes Bantul melakukan tes swab untuk penegakan diagnosa COVID-19. ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Pasien konfirmasi positif COVID-19 yang dinyatakan sembuh di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam 24 jam terakhir bertambah 91 orang, sehingga total angka kesembuhan dari paparan virus corona baru tersebut menjadi 3.690 orang, Senin..

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bantul dalam keterangan resmi pada Senin malam menyebut pasien sembuh tersebut berasal dari Kecamatan Kasihan 24 orang, kemudian Kecamatan Pundong 12 orang, dan Kecamatan Banguntapan 10 orang, serta Kecamatan Jetis delapan orang.

Selanjutnya dari Kecamatan Bantul tujuh orang, Sewon tujuh orang, Sedayu enam orang, Pandak lima orang, Srandakan dua orang, Kretek dua orang, Imogiri dua orang, Pleret dua orang, sisanya dari Sanden, Bambanglipuro, Pajangan dan Piyungan masing-masing satu orang.

Sementara untuk kasus konfirmasi positif COVID-19 bertambah 67 orang, berasal dari Banguntapan 24 orang, Piyungan 12 orang, Pleret enam orang, Pandak lima orang, Jetis lima orang, Bantul empat orang, Bambanglipuro tiga orang, Sanden dua orang, Pajangan dua orang, Imogiri dua orang, Kretek satu orang, dan Pundong satu orang.

Dengan demikian total kasus positif COVID-19 di Bantul secara akumulasi hingga saat ini berjumlah 4.853 orang.

Sedangkan kasus positif meninggal bertambah dua orang, dari Pajangan dan Pleret, sehingga totalnya menjadi 133 orang, dengan begitu pasien COVID-19 aktif yang masih menjalani isolasi maupun perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan saat ini berjumlah 1.030 orang.

Sementara itu, Camat Banguntapan Fauzan Muarifin mengatakan, penyebaran kasus COVID-19 di wilayah kecamatannya yang terjadi akhir-akhir ini adalah adanya klaster keluarga, tempat kerja, serta pelaku perjalanan atau warga yang punya riwayat dari luar daerah.

"Ada fenomena pasien positif COVID-19 tidak terus terang dan tidak segera lapor ke Satgas (Satuan Tugas) RT setempat ketika terkonfirmasi positif, bahkan yang sudah mengetahui adanya gejalapun kurang disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat bersama memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga jarak fisik, hindari kerumunan, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menggunakan masker saat keluar rumah.

"Masih banyak masyarakat yang kendor dalam melaksanakan protokol kesehatan, terutama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan maupun keagamaan, disamping itu makin intensnya interaksi dengan pelaku perjalanan menyebabkan angka positif cenderung naik," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar