Penumpang kereta komuter mengharapkan ketepatan jadwal KRL Solo-Yogyakarta

id jadwal,tepat waktu,uji coba,KRL,Solo-Yogyakarta

Penumpang kereta komuter mengharapkan ketepatan jadwal KRL Solo-Yogyakarta

KRL Solo-Yogyakarta yang dijuji coba secara terbatas, 20 Januari 2020. (Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Penumpang kereta komuter yang selama ini memanfaatkan Kereta Prambanan Ekspres sebagai sarana transportasi utama untuk menempuh perjalanan Yogyakarta-Solo berharap kereta rel listrik yang akan segera dioperasionalkan dapat dijalankan tepat waktu sesuai jadwal.

“Bagi kami, kaum penglaju yang setiap hari menempuh perjalanan Yogyakarta-Solo untuk bekerja sangat senang dengan dioperasionalkannya kereta rel listrik ini dan kami berharap kereta bisa dioperasionalkan tepat waktu,” kata salah satu anggota komunitas Prameks Lovers Mulyaningtyas di sela uji coba kereta rel listrik (KRL) di Yogyakarta, Rabu.

Selain tepat waktu, Mulyaningtyas juga berharap jadwal perjalanan KRL juga ramah terhadap pekerja yaitu dipadatkan pada pagi untuk kebutuhan pergi bekerja dan pada sore hari saat pulang kerja.

Ia menyebut, sudah puluhan tahun memanfaatkan Prambanan Ekspres untuk pulang-pergi bekerja dari Yogyakarta ke Solo.

“Sebenarnya, Prambanan Ekspres pun sudah banyak mengalami kemajuan. Pelayanan menjadi semakin baik, dan kedisiplinan penumpang di kereta pun cukup baik. Hanya saja, terkadang jadwal perjalanan tidak sesuai karena masalah teknis seperti kereta rusak atau sebab lain,” katanya.

Oleh karenanya, Mulyaningtyas menyebut, operasional KRL menjadi angin segar bagi kaum komuter seperti dia dan ribuan penglaju lain untuk bisa pergi bekerja sesuai jadwal dengan menggunakan kereta yang semakin nyaman.

“Pembelian tiket untuk naik KRL pun mudah, sudah menggunakan kartu cukup diisi saldo dan bisa naik kereta,” katanya.

Sementara itu, VP Corporate Secretary PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Anne Purba selaku operator KRL Solo-Yogyakarta mengatakan, akan terus melakukan uji coba terbatas untuk operasional KRL hingga akhir Januari.

Uji coba akan dilanjutkan pada 1-7 Februari untuk masyarakat umum yang juga dilakukan terbatas. Masyarakat yang ingin naik KRL harus melakukan registrasi atau pendaftaran terlebih dulu melalui aplikasi KRL Access.

“Kami sudah siapkan kuota penumpang dari tiap stasiun sehingga diharapkan tidak ada penumpukan calon penumpang,” katanya.

Selama masa pandemi COVID-19, jumlah penumpang di KRL Solo-Yogyakarta akan dibatasi yaitu 74 orang per gerbong. Dalam satu rangkaian KRL membawa empat gerbong.

Anne menyebut, KRL memiliki sejumlah keunggulan bila dibanding Prambanan Ekspres yaitu berhenti di lebih banyak stasiun (11 stasiun), memakai listrik sehingga mengurangi pencemaran udara, waktu tempuh 58 menit, dan memiliki kenyamanan lebih baik.

“Kereta Prambanan Ekspres masih diopersionalkan untuk tujuan Kutoarjo,” katanya.
 

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar