Yogyakarta buka pelatihan keterampilan sebagian digelar daring

id pelatihan keterampilan,yogyakarta,daring

Yogyakarta buka pelatihan keterampilan sebagian digelar daring

Ilustrasi - Pembukaan pelatihan keterampilan yang diselenggarakan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta. (HO-Instragram Pemkot Yogyakarta)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta kembali menyelenggarakan pelatihan keterampilan kerja dengan 15 jenis pelatihan dan karena masih dalam masa pandemi COVID-19 maka sebagian pelatihan akan digelar secara daring.

“Pada tahun lalu, kegiatan pelatihan keterampilan tidak bisa dilakukan optimal karena kami harus melakukan refocusing anggaran untuk kebutuhan penanganan pandemi COVID-19. Harapannya, kegiatan pelatihan pada tahun ini bisa diselenggarakan secara penuh,” kata Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Erna Nur Setianingsih di Yogyakarta, Rabu.

Dari belasan pelatihan keterampilan yang sudah disiapkan pada tahun lalu, kata dia, hanya bisa dilaksanakan tiga jenis pelatihan, yaitu mengemudi, menjahit dasar, dan cake and pastry.

Sementara pada Tahun Anggaran 2021, 15 jenis pelatihan keterampilan yang disiapkan, di antaranya pelatihan penyusunan paket wisata, barbershop, menjahit terampil, pemasaran lewat media sosial, mengemudi, cake and pastry, barista, tata rias kecantikan, batik kontemporer modern, gelato and ice cream, laundry sepatu tas helm, menjahit dasar, pembuatan produk frozen food, menjahit busana pengantin, serta pembuatan makanan dan minuman kekinian untuk foodstall.

Penentuan jenis pelatihan keterampilan tersebut, lanjut Erna, didasarkan atas sejumlah pertimbangan, di antaranya masukan dari masyarakat yang disampaikan melalui musyawarah perencanaan pembangunan, minat msasyarakat dan peluang usaha pada kondisi pandemi seperti saat ini.

“Ada delapan jenis pelatihan yang akan diselenggarakan secara daring, tetapi mungkin tidak sepenuhnya daring. Jika dibutuhkan praktik atau tatap muka, akan tetap dilakukan. Sistemnya kombinasi,” katanya.

Untuk pelatihan yang tidak memungkinkan digelar secara daring, seperti mengemudi atau pelatihan lain yang membutuhkan banyak praktik, tetap akan digelar secara tatap muka dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Di setiap jenis pelatihan sudah ditetapkan kuota maksimal peserta, yaitu 20 orang untuk tiap angkatan.

Pendaftaran untuk pelatihan sudah bisa dilakukan mulai 1 Februari dengan mengakses aplikasi Jogja Smart Service (JSS) dan mengunggah sejumlah syarat, seperti warga Kota Yogyakarta berusia produktif 18-50 tahun dibuktikan dengan KTP, kartu kuning, ijazah terakhir, dan pas foto.

“Saya rasa, tidak ada syarat yang meyulitkan, sehingga seharusnya tidak menjadi kendala bagi masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan keterampilan,” katanya.

Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta bekerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan keterampilan (LPK) untuk menyelenggarakan pelatihan tersebut.

Usai menjalani pelatihan, lanjut Erna, peserta bisa saja diikutkan dalam program magang di perusahaan. “Jika ada perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja, maka akan kami sambungkan ke program magang,” katanya.

Namun demikian, Erna berharap, peserta pelatihan keterampilan mampu menjadi tenaga kerja mandiri. “Kegiatan pelatihan keterampilan ini juga menjadi alternatif bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan di masa pandemi untuk menjadi tenaga kerja mandiri,” katanya.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar