Yogyakarta melanjutkan program "cashback" belanja di pasar tradisional

id belanja daring,pasar tradisional,yogyakarta,cashback

Yogyakarta melanjutkan program "cashback" belanja di pasar tradisional

Dokumentasi- Pasar Beringharjo Yogyakarta (Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta melanjutkan program pemberian cashback kepada konsumen yang berbelanja secara daring di pasar tradisional, setelah dinilai memberikan dampak positif sepanjang triwulan terakhir 2020.



“Program akan tetap dilanjutkan. Bahkan sekarang sudah bisa dilakukan di seluruh pasar tradisional di Kota Yogyakarta,” kata Kepala Bidang Pasar Rakyat Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Gunawan Nugroho Utomo di Yogyakarta, Kamis.



Saat program kerja sama dengan salah satu penyedia jasa ojek online, Gojek, digulirkan pada Oktober 2020, program cashback dalam bentuk gratis ongkos kirim tersebut baru dapat dinikmati di 23 pasar tradisional dan saat ini sudah bisa dinikmati di 30 pasar tradisional.



Gunawan mengatakan terus melakukan koordinasi dengan penyedia jasa untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen yang mengakses layanan belanja daring di pasar tradisional melalui menu Goshop.



“Misalnya terkait bentuk cashback yang akan diberikan. Apakah dalam bentuk gratis ongkos kirim atau bisa diwujudkan dalam bentuk cashback saldo uang elektronik. Layanan terus kami sempurnakan,” katanya.



Gunawan menyebut layanan Goshop belanja daring di pasar tradisional tersebut memberikan dampak yang baik kepada pedagang dan konsumen, sekaligus menjadi solusi untuk membatasi jumlah pengunjung ke pasar tradisional di masa pandemi tanpa mengurangi total nilai transaksi di pasar tradisional.



Pemberian promo berupa cahsback mampu meningkatkan order hingga 28 persen dibanding sebelum diberikan promo dan kenaikan omzet 25 persen. Total nilai perputaran uang dari program cashback mencapai Rp174 juta.



Transaksi terbesar terjadi di Pasar Kranggan, disusul Pasar Patuk, dan pembelian tertinggi terjadi pada Kamis dengan area pengantaran sekitar lima kilometer dari pasar.



Komoditas yang paling sering dibeli oleh konsumen adalah daun pisang, bumbu dapur, sembako, bunga, dan makanan tradisional.



Sementara itu Humas Paguyuban Ayem Tentrem yang membawahi pedagang Beringharjo Timur Ida Chabibah menyebut transaksi melalui daring dari GoShop cukup membantu menjaga omzet pedagang di masa pandemi.



“Tetapi, belum semua pedagang bisa mengaksesnya, terutama untuk pedagang yang tidak memiliki telepon pintar atau tidak bisa mengoperasionalkan telepon pintar, misalnya pedagang yang sudah berusia tua,” katanya.



Dari sekitar 2.500 pedagang di Beringharjo Timur, sekitar 30 persen tidak memiliki telepon pintar.



“Tentu saja, kami mendukung agar program terus dilanjutkan di tahun ini karena sangat membantu pedagang,” katanya.



Di kiosnya, lanjut Ida, bisa terjadi tujuh hingga 10 kali transaksi per hari melalui GoShop, tetapi ada kalanya tidak ada transaksi sama sekali. Komoditas yang paling sering dibeli konsumen adalah sayur dan bumbu dapur.



Selain melalui GoShop, lanjut Ida, pedagang juga membuka layanan pembelian bahan kebutuhan pokok melalui Whatsapp. “Konsumen memesan melalui WA, lalu uangnya ditransfer. Kami belanjakan dan dikirim ke alamat konsumen menggunakan pengantaran ojek online,” katanya.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar