Pemkab Gunung Kidul menjamin harga daging sapi stabil

id Harga daging sapi stabil,Gunung Kidul,pasar rakyat

Pemkab Gunung Kidul menjamin harga daging sapi stabil

Petugas Diseperindag Gunung Kidul melakukan pemantuan harga di pasar rakyat. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjamin harga daging sapi di tingkat pedagang pasar rakyat stabil berkisar Rp115 ribu sampai Rp130 ribu per kilogram karena wilayah ini merupakan gudang ternak di DIY.

"Harga daging sapi berkisar Rp115 ribu sampai Rp130 ribu per kilogram. Sejauh ini belum ada laporan kenaikan daging sapi karena ketersediaan aman, permintaan daging sapi stabil," kata Kabid Perdagangan Disperindag Gunung Kidul Yuniarti Ekoningsih di Gunung Kidul, Sabtu.

Ia mengatakan kenaikan daging sapi tersebut hanya berlaku bagi daging sapi impor. Sedangkan daging sapi yang dijual oleh pedagang di Gunung Kidul merupakan sapi lokal. Daging sapi impor di Gunung Kidul sangat sedikit. Kalaupun ada, rata-rata dijual dalam bentuk daging beku.

Menurut dia, stabilnya harga daging sapi di Gunung Kidul juga didorong oleh turunnya pembelian daging sapi oleh masyarakat. Apalagi saat ini aktivitas hajatan juga berkurang, yang biasanya membutuhkan daging sapi.

"Pada kondisi pandemi saat ini, daya beli masyarakat turun karena mereka membeli bahan pangan yang lebih utama," katanya.

Salah satu penjual daging sapi di Pasar Argosari Wonosari Karni mengatakan harga daging sapi stabil, justru permintaan mengalami penurunan. Kalau stok sapi, di Gunung Kidul banyak, jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan.

"Harga daging sapi tertinggi Rp130 ribu per kilogram untuk kualitas A, sedangkan harga daging dengan kualitas sedang berkisar Rp115 ribu sampai Rp125 ribu," katanya.

Ia mengatakan daging sapi yang dijual merupakan sapi lokal Gunung Kidul yang disembelih di rumah potong hewan di Wonosari. Ia mengatakan situasi pandemi juga membuat pembelian daging sapi jadi lebih sapi.

"Kami tidak menaikkan harga agar stok tetap bisa terjual, apalagi sejak PPKM ini, jadi lebih sepi lagi dibanding biasanya," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar