Pedagang hingga PKL di Yogyakarta didata untuk vaksinasi COVID-19

id vaksinasi,pedagang,PKL,yogyakarta

Pedagang hingga PKL di Yogyakarta didata untuk vaksinasi COVID-19

Ilustrasi - Petugas menyuntikan vaksin COVID-19 kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj

Yogyakarta (ANTARA) - Pendataan untuk kebutuhan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 tahap kedua di Kota Yogyakarta terus dilakukan, salah satunya melakukan pendataan terhadap pedagang pasar tradisional hingga pedagang kaki lima di kawasan Malioboro.

“Sudah dilakukan pendataan dengan mengirimkan data. Memang tidak semua pedagang mengisi formulir pendataan,” kata Koordinator Paguyuban Tridharma Pedagang Kaki Lima (PKL) Malioboro Nuryadi di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, sudah ada sekitar 400 pedagang kaki lima yang melakukan pendataan dan mengumpulkan kartu keluarga dan hanya sedikit pedagang yang tidak melakukan pendataan untuk vaksinasi COVID-19.

“Biasanya, para pedagang beralasan takut divaksin sehingga tidak mengirim data,” katanya.



Nuryadi menyebut, sebagian besar pedagang merasa lega karena ikut didata sebagai salah satu prioritas untuk menjadi penerima vaksin COVID-19 meski belum mengetahui secara pasti waktu vaksinasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono mengatakan, sudah menyampaikan data pedagang di seluruh pasar tradisional ke Satgas Penanganan COVID-19 Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan dan ke Kementerian Perdagangan.

Data pedagang yang diajukan sebagai penerima vaksin didasarkan pada basis data pedagang yang sudah memiliki kartu bukti pedagang di pasar tradisional Kota Yogyakarta. Jumlah pedagang mencapai sekitar 17.000 orang dari 30 pasar tradisional di Kota Yogyakarta.

“Prioritasnya untuk pedagang di Pasar Beringharjo terlebih dulu yang dinilai lebih rentan karena konsumen yang datang adalah wisatawan dari berbagai daerah. Jumlah pedagangnya sekitar 8.000 orang,” katanya.

Selain mendata pedagang, Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta juga melakukan pendataan terhadap pegawai atau karyawan di berbagai pusat perbelanjaan sebagai calon penerima vaksin.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani mengatakan, vaksinasi tahap kedua akan dilakukan setelah vaksinasi tahap pertama untuk tenaga kesehatan selesai dilakukan.

Penerima vaksin pada tahap kedua berasal dari pelayan publik, seperti guru, dosen, ASN, TNI, kepolisian, pedagang, tokoh masyarakat, dan pelayan publik lainnya.

“Untuk sementara, jumlahnya sekitar 35.000 orang dan dimungkinkan bisa bertambah secara dinamis seiring dengan masuknya data,” katanya.



 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar