Kelompok Petani Kulon Progo panen bawang merah di lahan pasir

id Bawang merah,Kulon Progo,Desa Garongan

Kelompok Petani Kulon Progo panen bawang merah di lahan pasir

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo mengikuti panen raya perdana tanaman bawang merah di lahan pasir, Desa Garongan. (Foto ANTARA/HO-Aris Nugraha)

Kulon Progo (ANTARA) - Kelompok Tani Bangun Karyo di Desa Garongan, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, panen bawang merah di lahan pasir seluas empat hektare dengan hasil produksi 24 ton.

Ketua Kelompok Tani Bangun Karyo Sudiro di Kulon Progo, Kamis, mengatakan potensi lahan pasir yang ditanami tanaman hortikultura seluas 39 hektare, tapi pada tahap uji coba tanam perdana ini seluas empat hektare.

"Produktivitas bawang merah lahan pantai 1,2 kilogram per meter. Sehingga lahan seluas empat hektare, hasil produksinya sebanyak 24 ton," kata Sudiro.

Ia mengaku kaget produksi bawang merah di luar prediksi, dengan hasil yang sangat memuaskan. Awalnya, tanam bawang merah hanya uji coba karena mendapat bantuan benih dari Dinas Pertanian dan Pangan.

Kelompok tani tidak menyangka bisa menghasilkan panen bawang merah sebesar itu. Mengingat biasanya lahan pasir cenderung lebih cocok untuk menanam cabai, melon dan semangka.

"Awalnya petani pesisir itu belum pernah mencoba menanam bawang merah di lahan pasir. Namun di 2020 kami mendapatkan bibit dan ternyata cocok sekali, hasilnya juga bagus," katanya.

Sudiro mengatakan kelompoknya tidak menutup kemungkinan untuk menanam kembali bawang merah masa tanam berikutnya. Dirinya dan kelompok tani akan memperluas lahan pasir untuk menanam bawang merah.

"Kami akan menambah luas tanam bawang merah pada masa tanam berikutnya," katanya.

Dia mengatakan harga permintaan hasil panen terbilang tinggi dan harga jual cukup bagus. Pada bawang merah bersih bisa terjual dengan harga Rp14 ribu - Rp15 ribu, sementara bawang merah kotor bisa dijual Rp10 ribu per kilogram.

"Harganya cukup bagus, namun kami belum puas dengan harganya," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Aris Nugroho mengatakan ke depan pihaknya akan bekerja sama dengan para petani di wilayah pesisir untuk mengembangkan bawang merah. Dengan harapan komoditas tersebut bisa menjadi selingan disamping komoditas utama lahan pasir yakni cabai merah, melon serta semangka.

Lebih lanjut, Aris mengatakan saat ini, Desa Srikayangan, Kecamatan Sentolo juga akan dikembangkan menjadi sentra bawang merah ramah lingkungan atau organik. Mengingat permintaan produk organik saat ini juga terbilang cukup tinggi.

"Kami dengan kelompok tani bersepakat membentuk kajian penanaman bawang merah. Sehingga dapat menggantikan komoditas yang kurang dari sisi ekonomis," katanya.
 

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar