Yogyakarta mengalokasikan Rp19,9 miliar revitalisasi pedestrian Sudirman

id revitalisasi,pedestrian,sudirman,yogyakarta

Yogyakarta mengalokasikan Rp19,9 miliar revitalisasi pedestrian Sudirman

Kondisi pedestrian di Jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta yang akan direvitalisasi dengan anggaran dana keistimewaan. (Antara/Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta akan melanjutkan revitalisasi pedestrian di Jalan Jenderal Sudirman pada tahun ini dengan memanfaatkan anggaran dari dana keistimewaan tahun anggaran 2021 yang dialokasikan sekitar Rp19,9 miliar.

"Dokumen pekerjaan sudah siap. Paket pekerjaan akan sesegera mungkin kami limpahkan ke layanan pengadaan untuk lelang. Secepatnya masuk," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Hari Setya Wacana di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, pekerjaan revitalisasi pedestrian Jalan Jenderal Sudirman yang memasuki tahap ketiga tersebut diperkirakan membutuhkan waktu penyelesaian sekitar lima hingga enam bulan. Pekerjaan akan dilakukan dari simpang Galeria Mal hingga simpang Gramedia

Konsep penataan pedestrian, lanjut Hari, masih mengacu pada konsep yang digunakan saat melakukan penataan pedestrian Jalan Jenderal Sudirman pada tahap pertama yaitu dari simpang Gramedia hingga Jembatan Gondolayu yang sudah selesai dikerjakan pada 2019.

"Material pedestrian hingga desain pun masih mengacu pada penataan tahap pertama. Hampir sama sehingga ada kesan keberlanjutan desain," katanya.

Taman yang berada di sisi terluar pedestrian di Jalan Jenderal Sudirman dari simpang Galeria Mall hingga Gramedia, lanjut Hari, juga akan dinormalisasi sehingga pedestrian terkesan lebih lapang dan tetap ramah untuk pejalan kaki.

"Tujuan utama dari penataan pedestrian ini adalah memberikan ruang yang nyaman bagi pejalan kaki. Tentunya, desain dan material yang digunakan harus bisa mendukung tujuan tersebut," katanya.

Sedangkan untuk keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sepanjang trotoar, lanjut Hari, sudah dikomunikasikan melalui Kecamatan Gondokusuman untuk penataan.

"Tentu dilakukan pendekatan kepada PKL. Nantinya, jalur pedestrian ini tidak akan terganggu oleh aktivitas lain," katanya.

Sementara itu, Camat Gondokusuman Guritno mengatakan masih melakukan komunikasi dengan seluruh PKL di ruas Jalan Sudirman yang terdampak penataan pedestrian tahap tiga. Di lokasi tersebut tercatat sekitar 48 PKL yang rata-rata sudah berjualan cukup lama.

"Ada beberapa opsi yang ditawarkan seperti penempatan di Jalan Sam Ratulangi dan di pasar tradisional. Ada yang masih keberatan sehingga komunikasi tetap harus dilakukan untuk mencari jalan terbaik," katanya.

Proses komunikasi dengan PKL diharapkan sudah membuahkan hasil final dengan keputusan terbaik sebelum Lebaran.

"Sosialisasi mengenai revitalisasi sebenarnya sudah dilakukan sejak 2019 dan setiap PKL pun sebenarnya sudah membuat pernyataan sanggup untuk menyerahkan lokasi berjualan apabila dibutuhkan oleh pemerintah daerah. Penataan ini ditujukan untuk kebaikan wajah Yogyakarta," katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Rifki Listyanto mengatakan, pemerintah harus memastikan proses sosialisasi revitalisasi pedestrian Jalan Jenderal Sudirman tahap tiga berjalan baik.

"Jangan sampai ada kesalahpahaman antara pemerintah dengan PKL terkait penataan. Jika direlokasi ke tempat baru, maka pemerintah harus bisa meyakinkan lokasi tersebut sepadan," katanya.

Selain itu, lanjut dia, kebesaran hati PKL juga dibutuhkan agar bersedia ditata atau direlokasi guna kepentingan lebih besar dan pemerintah daerah harus memastikan PKL tidak dirugikan.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar