Rusia dan Iran respon serangan udara AS di Suriah

id serang udara AS,serangan di suriah,iran,rusia,AS,suriah

Rusia dan Iran respon serangan udara AS di Suriah

Rudal Tomahawk ditembakkan dari salah satu kapal perang Amerika Serikat. (Reuters)

Moskow/Dubai (ANTARA) - Pemerintah Rusia dan Iran, dua negara rival Amerika Serikat (AS), memberikan respon atas serangan udara yang dilakukan AS di Suriah pada Kamis (25/2)--yang disebut ditargetkan pada fasilitas milik kombatan yang disokong Iran.

"Kami mengutuk keras aksi semacam itu. Kami menyerukan penghormatan tanpa syarat terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Suriah," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, Jumat.

Dalam keterangan lain, Kremlin menyebut bahwa pihaknya mengawasi situasi di Suriah secara erat serta melakukan kontak yang terus berlanjut dengan otoritas Suriah, menyusul serangan AS tersebut.

Presiden AS Joe Biden memerintahkan serangan militer udara di wilayah timur Suriah terhadap fasilitas yang disebut oleh Pentagon dimiliki oleh para milisi sokongan Iran, sebagai respon atas serangan roket terhadap sejumlah target terkait AS di Irak.

Juru Bicara Pemerintah Rusia Dmitry Peskov, dalam sebuah konferensi media, menyebut ia tidak dapat menyatakan apakah AS telah memberitahukan rencananya di awal kepada Rusia atau tidak. Ia menambahkan bahwa kontak operasional dilakukan melalui pihak militer.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Suriah di hari yang sama, beberapa jam setelah peristiwa serangan udara AS tersebut terjadi.

"Kedua belah pihak menekankan tentang perlunya pihak Barat tunduk pada resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Suriah," kata pemerintah Iran melalui situs resminya.

Akibat serangan tersebut, setidaknya satu orang kombatan tewas terbunuh dan empat lainnya mengalami luka-luka, menurut keterangan pimpinan milisi Irak.

Sumber: Reuters

 juga: Rusia diperkirakan akan minta pertemuan PBB terkait serangan AS ke Suriah

Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar