GIPI DIY mengusulkan pelaku pariwisata bagian program vaksinasi COVID-19

id GIPI DIY, pelaku pariwisata, vaksinasi COVID-19

GIPI DIY mengusulkan pelaku pariwisata bagian program vaksinasi COVID-19

Wisatawan berjalan di kawasan wisata Jalan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (12/2/2021). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/wsj.

Yogyakarta (ANTARA) - Gabungan Industri Pariwisata Indonesia DIY mengusulkan agar pelaku pariwisata di wilayah itu menjadi bagian dari pelayan publik yang bisa segera memperoleh atau mengakses program vaksinasi COVID-19.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mengusulkan data anggota. Ada sekitar 60.000 orang yang menjadi anggota kami,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardyanto di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, jumlah data yang diusulkan tersebut berasal dari 20 asosiasi yang tergabung dalam GIPI, di antaranya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Himpunan Pramusiwata Indonesia, Organda, hingga pekerja even.

Bobby mengatakan usulan untuk vaksinasi dilakukan karena pekerja di bidang industri pariwisata juga memiliki kerentanan dan risiko yang cukup besar terpapar COVID-19.

“Pelaku pariwisata berhubungan dengan banyak orang yang berasal dari berbagai daerah. Tentunya, ada risiko penularan sehingga kami mengusulkan agar mereka menjadi bagian dari program vaksinasi,” katanya.

GIPI DIY menargetkan data dari pelaku pariwisata tersebut sudah bisa dirampungkan pekan ini untuk segera disampaikan ke pemerintah daerah.

Namun demikian, Bobby mengingatkan bahwa vaksinasi bukan merupakan satu-satunya cara untuk menghadapi pandemi COVID-19, tetapi tetap dibutuhkan pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat oleh pelaku wisata.

“Meskipun nanti sudah divaksin, pelaku wisata tetap tidak boleh lengah. Vaksin bukan berarti pandemi berakhir, disiplin protokol kesehatan adalah hal utama,” katanya.

Selama pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung hampir satu tahun, Bobby menyebut industri pariwisata di DIY mengalami penurunan sangat signifikan.

“Tetapi, kami tetap berupaya bertahan, tidak cengeng. Pandemi ini harus dihadapi bersama-sama, ada beberapa usulan yang kami sampaikan, seperti pembangunan pariwisata yang terintegrasi di seluruh DIY dan travel corridor dengan pemerintah daerah lain,” katanya.

Ia menambahkan grafik kasus COVID-19 yang mengalami kenaikan cukup signifikan pada awal Januari juga menjadi bagian dari tanggung jawab pelaku wisata untuk bersama-sama menurunkan kasus.

Sementara itu, program vaksinasi COVID-19 di Kota Yogyakarta terus berjalan dan saat ini sudah melangkah ke warga lanjut usia, selain menuntaskan program vaksinasi untuk tenaga kesehatan termasuk tenaga kesehatan lansia.

Pada awal Maret juga akan dilakukan vaksinasi untuk pedagang Pasar Beringharjo dan pelaku usaha di kawasan Malioboro.

Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Nugroho Nurcahyo mendukung pelaksanaan vaksinasi untuk pedagang pasar tradisional dan pelaku ekonomi di kawasan wisata Malioboro.

“Tentu vaksinasi ini menjadi angin segar sebagai upaya pemulihan ekonomi di Yogyakarta, selain untuk menurunkan kasus positif. Upaya ini juga akan membangun kepercayaan masyarakat untuk kembali berbelanja di pasar tradisional atau mengunjungi kawasan wisata Malioboro,” katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar