KPU Bantul membuka peluang bagi akademisi penelitian partisipasi pemilih pilkada

id Evaluasi KPU

KPU Bantul membuka peluang bagi akademisi penelitian partisipasi pemilih pilkada

Evaluasi Sosialisasi dan Diseminasi Hasil Partisipasi Pemilih dalam Pilkada 2020 oleh KPU Kabupaten Bantul di Bantul, DIY. ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, membuka peluang bagi akademisi untuk melakukan penelitian terkait dengan perbedaan partisipasi pemilih antarkecamatan dalam pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bantul 2020.

Anggota KPU Kabupaten Bantul Musnif Istiqomah di sela acara Evaluasi Sosialisasi dan Diseminasi Hasil Partisipasi Pemilih dalam Pilkada 2020 di Bantul, Selasa, mengatakan bahwa partisipasi pemilih tertinggi di Kecamatan Dlingo dengan 86,01 persen, sedangkan partisipasi terendah di Kecamatan Banguntapan dengan 71,92 persen.

"Perbedaan yang signifikan dalam hal partisipasi ini perlu dikaji lebih lanjut. Untuk itu, kami membuka peluang bagi akademisi dan perguruan tinggi melakukan penelitian terkait hal ini," katanya.

Selain itu, kata dia, bila dilihat dari tingkat partisipasi pemilih, pemilih perempuan menjadi pemilih yang aktif dalam pemilihan tahun 2020 dengan tingkat partisipasi sebesar 83,98 persen.



"Ke depan tentunya diharapkan partisipasi pemilih laki-laki juga dapat menyamai partisipasi pemilih perempuan ini," kata Musnif yang juga Koordinator Divisi Partisipasi Masyarakat, Sosialisasi, dan Pendidikan Pemilih KPU Kabupaten Bantul.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Bantul Didik Joko Nugroho mengatakan bahwa dalam Pilkada 2020 di awal pelaksanaan ada kekhawatiran turunnya partisipasi pemilih karena adanya pendemi COVID-19.

Akan tetapi, kata dia, kekhawatiran tersebut ternyata tidak terbukti di Bantul karena tingkat partisipasi pemilih tingkat kabupaten di angka 80,32 persen, dan merupakan yang tertinggi se-DIY.

Didik mengatakan bahwa capaian partisipasi ini meningkat sekitar 5 persen dibanding partisipasi pemilih pada Pilkada 2015 yang sebanyak 75,27 persen.

"Capaian partisipasi ini tentunya disebabkan banyak faktor, antara lain akurasi daftar pemilih tetap (DPT), masifnya kegiatan sosialisasi, baik melalui daring (dalam jaringan) maupun luring (luar jaringan), serta dukungan dari pihak-pihak terkait," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar