DLH Kota Yogyakara kaji "incinerator mobile" dukung penanganan sampah

id incinerator, sampah,yogyakarta,Yogyakara kaji incinerator mobile,incinerator mobile,dukung penanganan sampah

DLH Kota Yogyakara kaji "incinerator mobile" dukung penanganan sampah

Ilustrasi - Tumpukan sampah di salah satu depo di Kota Yogyakarta yang meluber akibat penutupan TPA Piyungan pada pertengahan Desember 2020. (HO-DLH Kota Yogyakarta)

Yogyakarta (ANTARA) - Kota Yogyakarta terus berupaya mencari cara penanganan sampah yang efektif sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir Piyungan, salah satunya melakukan kajian penggunaan “incinerator mobile”.

“Sempat ada tawaran yang masuk mengenai penggunaan ‘incinerator’ untuk menangani sampah dengan cara dibakar habis. Tetapi, kami masih menghitung bagaimana efektivitas alat ini,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Sugeng Darmnato di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, penanganan sampah dengan cara dibakar habis bukan merupakan teknologi baru karena sudah diterapkan di berbagai negara, salah satunya adalah Singapura yang juga mengalami kendala yang sama yaitu luas wilayah yang tidak terlalu besar.

Tawaran incinerator yang diterima Pemerintah Kota Yogyakarta, lanjut dia, cukup menarik karena peralatan tersebut dapat dipindahkan sesuai kebutuhan.

“Jadi bisa digunakan untuk melakukan pembakaran sampah di depo yang mengalami penumpukan sampah,” katanya.

Hanya saja, lanjut Sugeng, kapasitas dan waktu yang dibutuhkan untuk proses pembakaran dari incinerator yang ditawarkan masih tergolong kecil yaitu hanya mampu menampung sekitar dua ton sampah dan membutuhkan waktu 10 jam untuk pembakaran.

“Sampah apapun, organik atau anorganik bisa langsung masuk ke mesin dan dibakar dengan suhu tinggi sampai menjadi abu. Abu yang dihasilkan dapat digunakan sebagai pupuk dan dipastikan sudah terbebas dari bahan beracun berbahaya,” katanya yang menyebut harga peralatan tersebut mencapai Rp1,5 miliar.

DLH, lanjut dia, berharap peralatan incinerator tersebut memiliki kapasitas yang lebih besar yaitu bisa mencapai lima ton sehingga penanganan sampah mampu dilakukan lebih optimal. Volume sampah yang dihasilkan Kota Yogyakarta setiap hari mencapai sekitar 360 ton.

Selain menambah peralatan untuk penanganan sampah termasuk peremajaan armada, perbaikan sarana dan prasarana, juga dibutuhkan dukungan dari masyarakat untuk mengurangi dan mengelola sampah sejak dari rumah tangga.

“Pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga sangat penting dilakukan karena persentase terbesar sampah yang dihasilkan Kota Yogyakarta adalah sampah rumah tangga,” katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar