Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kulon Progo bertambah 93 kasus

id klaster hajatan,Kulon Progo,COVID-19,Pasien terkonfirmasi COVID-19 di Kulon Progo,Pasien terkonfirmasi COVID-19 di Kulon

Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kulon Progo bertambah 93 kasus

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam waktu 24 jam terakhir, bertambah 93 kasus baru atau rekor penambahan harian tertinggi sepanjang pandemi COVID-19, sehingga total kasus di wilayah ini mencapai 3.679.

"Perubahan situasi COVID-19 per 17 Maret 2021, yakni positif 93 orang," kata Juru Bicara Gugus Tugas Pecepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kulon Progo Baning Rahayujati di Kulon Progo, Rabu.

Ia mengatakan penambahan kasus berasal dari Kecamatan Temon, Kokap, Panjatan, Pengasih, Sentolo, Kalibawang. Namun saat dikonfirmasi, Baning tidak memberikan informasi lebih lanjut, klaster yang timbul. Berdasarkan informasi, kasus tambahan baru merupakan klaster keluarga dan klaster hajatan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo total kasus pasien terkonfirmasi COVID-19 pada Rabu (17/3) sebanyak 3.679 kasus dengan rincian 61 isolasi rumah sakit, 523 isolasi mandiri, 2.210 isolasi mandiri, 527 sembuh, dan 69 meninggal dunia.

Adapun sebaran pasien terkonfirmasi COVID-19 di 12 kecamatan, yakni Wates 480 kasus, Pengasih 440 kasus, Sentolo 387 kasus, Temon 347 kasus, Panjatan 326 kasus, Lendah 312 kasus, Kokap 243 kasus, Galur 239 kasus, Nanggulan 194 kasus, Kalibawang 187 kasus, Samigaluh 118 kasus, dan Girimulyo 97 kasus.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penangganan COVID-19 Kulon Progo Fajar Gegana mengatakan penambahan hari ini rekor selama beberapa waktu agak stabil. Dilihat dari kasusnya memang tidak dalam satu atau dua wilayah namun sangat komplek dari berbagai kecamatan di Kulon Progo.

"Sehingga lonjakan ini juga harus diwaspadai karena tidak dalam satu klaster. Kami berharap ke depan semakin menurun," katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021