Menkop UKM perkirakan tren penjualan pakaian muslim terus meningkat

id Busana muslim,Fesyen muslim,Modest fashion,Teten masduki

Menkop UKM perkirakan tren penjualan pakaian muslim terus meningkat

Model mengenakan busana rancangan Silfia Nabila pada pembukaan Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (1/5/2019). Acara fesyen muslim itu bertujuan untuk menguatkan ekonomi Indonesia melalui industri "modest fashion" lokal. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/pd. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Teten Masduki memprediksi penjualan pakaian muslim akan terus meningkat hingga 2024 bahkan angkanya mencapai Rp4,5 triliun.

Berdasarkan data State of Global Islamic Economy Report 2020/2021, pandemi COVID-19 telah membuat nilai belanja produk busana muslim cukup terdampak dan mengalami penurunan besar 2,9 persen menjadi 268 miliar dolar Amerika atau senilai Rp3,9 triliun.

"Namun angka ini diprediksi pulih pada 2021dan terus tumbuh hingga 2024 dan diprediksi mencapai 311 miliar dolar Amerika atau Rp4,5 triliun. Saya kira ini menjadi undangan untuk kita semua agar dapat mengoptimalkan tren baik ini," ujar Teten dalam pembukaan "Muslim Fashion Festival 2021" pada Kamis.

Fesyen muslim atau modest fashion merupakan salah satu keunggulan dari Indonesia. Berdasarkan data Global Ecomonic Indicators, penjualan busana muslim Indonesia memiliki poin sebesar 34,26 mengungguli rata-rata global.

"Artinya Indonesia saat ini berpotensi menjadi pemimpin kelas ini (busana muslim). Tentunya tidak lepas dari kontribusi Indonesia Fashion Chamber dan seluruh perancang, pengusaha serta stakeholder mode di seluruh Indonesia," kata Teten.

Teten mengatakan pemerintah akan terus mendukung dan mendorong para pelaku industri fesyen muslim untuk mengembangkan bisnisnya ke dunia internasional dan membawa festival busana muslim agar lebih dikenal dunia.

Hal ini sesuai dengan pencanangan Wakil Presiden RI, K.H. Ma'ruf Amin bahwa Indonesia harus menjadi produsen produk halal terbesar di dunia.

Teten berharap agar para pelaku industri kreatif bisa mempresentasikan karyanya dengan baik dan dapat mengembangkan sisi bisnis serta penjualannya.

Selain itu, Teten juga mengajak pelaku dan konsumen untuk lebih mempunyai tanggung jawab melalui konsep berkelanjutan dan kecintaan pada produk lokal.

"Untuk menjadi pusat mode muslim dunia kita perlu melakukan promosi terpadu, bukan hanya di dalam negeri tapi di luar negeri sehingga positioning Indonesia sebagai pusat mode muslim dunia diakui," kata Teten.
 
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar