KPU Bantul mengevaluasi penerapan aplikasi penghitungan suara Pilkada 2020

id Simulasi Pilkada,pilkada,pilkada serentak,pilkada serentak 2020,pilkada 2020

KPU Bantul mengevaluasi penerapan aplikasi penghitungan suara Pilkada 2020

Simulasi pemungutan suara dan penghitungan suara Sirekap Pilkada Bantul oleh KPU Bantul, DIY pada November 2020. (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Secara umum perwakilan PPK (panitia pemilihan kecamatan) dan PPS (panitia pemungutan suara) menilai bahwa aplikasi Sirekap ke depan perlu diteruskan ...
Bantul (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengevaluasi penerapan Sistem Rekapitulasi Elektronik atau "Sirekap", sebuah aplikasi yang digunakan untuk penghitungan hasil pemungutan suara pada Pemilihan Kepala Daerah 2020 di saat pandemik COVID-19.

Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Bantul Joko Santoso di Bantul, Jumat, mengatakan selain tahapan pemungutan suara, penerapan aplikasi penghitungan suara Sirekap juga menjadi perhatian dalam evaluasi Pilkada Bantul 2020 yang dilaksanakan lembaganya bersama pihak terkait.

"Secara umum perwakilan PPK (panitia pemilihan kecamatan) dan PPS (panitia pemungutan suara) menilai bahwa aplikasi Sirekap ke depan perlu diteruskan serta dipersiapkan lebih baik karena sangat membantu pada saat rekap di tingkat kecamatan," katanya.

Baca juga: Ketua DPD mengapresiasi pembentukan Taruna Tani di Bantul

Menurut dia, proses rekapitulasi suara Pilkada 2020 di tingkat kecamatan dapat berlangsung lebih cepat, selain itu apabila ada keraguan terhadap hasil di tempat pemungutan suara (TPS) dapat langsung dicari dengan aplikasi sirekap web.

"Jadi para penyelenggara dari PPK dan PPS juga berharap hasil sirekap dapat ditayangkan secara cepat sehingga dapat menjadi bahan publikasi informasi yang akurat dan terpercaya untuk masyarakat," ujarnya.

Dia mengatakan, penyelenggara PPK serta PPS juga mengusulkan agar bimbingan teknis dan pengenalan aplikasi Sirekap nantinya dilakukan sekitar tiga bulan sebelum pelaksanaan pemungutan suara, agar penguasaan terhadap aplikasi di lingkup panitia badan 'ad hoc' lebih matang.

Baca juga: Kasus sembuh dari COVID-19 di Bantul bertambah 100 orang

Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho mengatakan bahwa dalam pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara pada Desember 2020 telah diterapkan dengan protokol kesehatan secara ketat sebagai pencegahan penyebaran COVID-19.

"KPU Bantul menerapkan secara ketat 15 hal baru pada saat pemungutan dan penghitungan suara diantaranya pengaturan kedatangan pemilih, pengaturan jarak antarpemilih yang datang, penyediaan tempat cuci tangan, pengukuran suhu tubuh bagi pemilih dan sebagainya," tutur-nya.

Dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat tersebut, kata dia, pelaksanaan pemilihan di Bantul dapat berjalan dengan lancar dan sehat. Selain itu tingkat partisipasi pemilih atau kehadiran di TPS se Bantul tetap tinggi mencapai angka 80,32 persen.

"Pada pemilihan serentak tahun 2020, KPU Bantul menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 704.688 orang, terdiri dari pemilih laki-laki sebanyak 354.582 orang dan pemilih perempuan sebanyak 359.106 orang," katanya.
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2022