Bhayangkara Solo FC optimistis melaju ke perempat final Piala Menpora

id Piala Menpora, Turnamen Pramusim, Bhayangkara Solo FC, PSM Makassar

Bhayangkara Solo FC optimistis melaju ke perempat final Piala Menpora

Gelandang serang Bhayangkara Solo FC, Renan Da Silva (kiri) melewati hadangan pemain PSM Makassar, Yakob Sayuri (kanan) dalam pertandingan Piala Menpora Grup B di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (27/3/2021). (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto).

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Bhayangkara Solo FC optimistis akan melaju ke perempat final turnamen pramusim Piala Menpora 2021, meskipun pada pertandingan kedua Grup B ditahan imbang PSM Makassar 1-1 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu.

Pelatih Bhayangkara Solo FC Paul Christopher Munster mengatakan bahwa hasil imbang 1-1 melawan PSM Makassar bukan merupakan hasil yang buruk mengingat tim berjuluk Ayam Jantan dari Timur itu mampu membungkam Persija Jakarta pada pertandingan sebelumnya dengan skor 2-0.

“Kita optimistis bisa melangkah ke fase selanjutnya. Hasil imbang ini tidak buruk, karena PSM adalah tim kuat yang mampu mengalahkan Persija,” kata Paul, dalam jumpa pers virtual, Sabtu.

Paul menambahkan, memang dalam pertandingan yang sempat diguyur hujan deras tersebut, ada kesalahan yang dilakukan tim sehingga membuahkan gol untuk PSM Makassar. Ia akan membenahi permasalahan tersebut, sebelum pertandingan selanjutnya melawan Persija Jakarta.

“Kesalahan berawal dari kita sendiri, ada satu pemain PSM yang berhasil melewati empat pemain tanpa ada yang menghalangi. Tapi ini bukan kesalahan satu atau dua pemain, ini kerja yang harus diperbaiki oleh seluruh skuad,” kata Paul.

Pemain Bhayangkara Solo FC Sani Rizki Fauzi menambahkan, ia tetap merasa bersyukur meskipun tim Bhyangkara Solo FC mendapatkan hasil imbang melawan PSM Makassar. Ia akan berupaya memberikan permain terbaik pada pertandingan selanjutnya.

“Saya selalu ingin memaksimalkan, dan memberikan yang terbaik untuk tim, walaupun posisi asli saya gelandang. Saya bersyukur, berterima kasih ke coach yang mempercayai saya. Mudah-mudahan untuk pertandingan selanjutnya bisa maksimal,” ujar Sani.

Sementara itu, Pelatih PSM Makassar Syamsuddin Batolla mengatakan bahwa anak asuhnya telah memberikan permainan yang cukup baik pada pertandingan melawan PSM Makassar. Memang, pada babak pertama timnya harus tertinggal 1-0, namun pada akhirnya bisa menyamakan kedudukan pada babak kedua.

“Hasil ini saya bersyukur, karena anak-anak menjalankan instruksi dan bekerja keras. Kami memang tertinggal di babak pertama, tapi masih yakin, masih bisa berbuat semaksimal mungkin,” kata Syamsuddin.

Syamsuddin menambahkan, untuk melaju pada babak selanjutnya, akan diperlukan kerja keras dari seluruh pemain. Ia mengharap, seluruh skuad PSM Makassar bisa memberikan hasil optimal.



“Hari ini tanpa Patrich Wanggai yang cidera, memang pada awal kami pincang. Anak-anak muda yang saya pilih, akhirnya bisa menutupi kekurangan yang karena Patrich tidak bermain,” kata Syamsuddin.

Pemain PSM Makassar, Hilman Syah menambahkan timnya masih membutuhkan kerja keras untuk melawan Borneo FC, dan lolos pada babak selanjutnya. Menurutnya, pertandingan melawan Borneo FC menjadi partai final untuk tim berjuluk Ayam Jantan dari Timur itu.

“Kami masih perlu kerja keras pada pertandingan terakhir lawan Borneo FC. Itu adalah partai final untuk kami,” kata Hilman.

Pada pertandingan tersebut, berakhir dengan skor imbang 1-1. Gol untuk Bhayangkara Solo FC dicetak oleh Arthur Barrios Bonai, pada menit ke-8, sementara gol dari PSM Makassar dicetak Yakob Sayuri pada menit ke-49.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar