Polbangtan Yoma-DPR melaksanakan Bimtek untuk petani-penyuluh di Cilacap

id polbangtan yoma

Polbangtan Yoma-DPR melaksanakan Bimtek untuk petani-penyuluh di Cilacap

Bimbingan Teknis untuk petani dan penyuluh pertanian di Kabupaten Cilacap (HO-Humas Polbangtan YoMa)

Yogyakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) bekerja sama dengan Anggota Komisi IV DPR RI kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis untuk petani dan penyuluh pertanian di Kabupaten Cilacap dengan melibatkan sekitar 85 peserta yang berasal dari perwakilan seluruh wilayah.

Penyelenggaraan kegiatan Bimtek tersebut merupakan salah satu upaya dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan kualitas SDM Pertanian guna merealisasikan visi pembangunan pertanian yaitu mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menekankan bahwa pengembangan SDM merupakan salah satu fokus kerja Kementerian Pertanian periode sekarang.

"Membahas pertanian modern itu di dalamnya kita bicara masalah SDM. Bagaimana mau cepat kalau masih pakai kendaran kemarin. Modern mensyaratkan adanya proses pembelajaran yang tak pernah berhenti baik proses belajar lewat sekolah maupun percontohan," ujarnya.

Mengikuti arahan Menteri Pertanian, Kepala Badan PPSDMP Dedi Nursyamsi juga menyampaikan pentingnya peningkatan SDM.

"Jika ingin pertanian maju, majukan dahulu kualitas SDM. Karena SDM yang berkualitas bisa menghadirkan inovasi dan terobosan-terobosan yang dibutuhkan pertanian," kata Dedi.

Pada acara Bimtek tersebut disampaikan materi mengenai Pengolahan dan Pemasaran Keripik Pisang. Bertindak sebagai pemateri yaitu Sofyani Mirah selaku pemilik usaha Bananania Jogja dan Sutarman selaku pelaku bisnis pisang.

Pemilihan materi didasarkan pada potensi dan kebutuhan petani setempat. Seperti diketahui bahwa Cilacap merupakan salah satu daerah potensi produksi pisang yang cukup tinggi.

Belakangan ini pisang juga menjadi salah satu komoditas hortikultura yang didorong untuk ditingkatkan produksinya. Permintaan pasar ekspor akan pisang cukup tinggi terutama ke negara Jepang. Tercatat pada tahun 2019 pisang menjadi komoditas ekspor terbesar nomor 3 setelah manggis dan nanas.

Selain digadang-gadang menjadi komoditas ekspor, pisang juga diproyeksikan menjadi salah satu pendukung program diversifikasi pangan karena dapat menjadi sumber karbohidrat pengganti beras.

Bukan hanya upaya peningkatan produksi dan ekspor pisang segar, pemerintah juga memiliki program peningkatan ekspor untuk produk-produk turunannya.

"Meskipun masih ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan yakni terkait kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan ketelusuran. Produk-produk olahan hasil pertanian harus kita dorong agar bekembang dan dapat diekspor ke mancanegara sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani," kata Anggota Komisi IV DPR Sunarna yang hadir dalam acara.

Dalam kesempatan itu Sunarna mengajak para peserta untuk mengikuti kegiatan BIMTEK dengan serius. Sunarna menambahkan bahwa kesuksesan dalam usaha itu adalah hak setiap orang asal diimbangi dengan kemauan dan kerja keras.

Sementara itu, Wakil Direktur I Polbangtan YoMa Sujono berharap agar kegiatan Bimtek ini tidak berhenti sampai pada tataran pelatihan saja. Ia berharap kepada peserta pelatihan agar dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh agar nantinya betul-betul bisa memberikan sumbangsih untuk membangun daerah melalui kegiatan usaha pertanian yang digelutinya.

Sujono juga menegaskan bahwa di masa pandemi ini, para calon pebisnis harus memiliki daya tahan yang tangguh.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Supriyanto mengatakan bahwa Dinas Pertanian terus berupaya mendukung para peserta untuk mengembangkan usaha pengolahan dan pemasaran produk pertanian dalam upaya peningkatan daya saing petani di Kabupaten Cilacap.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar