BPBD Bantul imbau masyarakat mewaspadai hujan disertai angin kencang

id BPBD Bantul

BPBD Bantul imbau masyarakat mewaspadai hujan disertai angin kencang

Kantor BPBD Bantul, DIY (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengimbau masyarakat mewaspadai potensi terjadinya hujan disertai petir dan angin kencang saat beraktivitas di luar rumah.

"Berhati-hati jika beraktivitas di luar rumah, karena ada potensi hujan angin, petir," kata Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah saat dikonfirmasi di Bantul, Selasa.

Imbauan tersebut menindaklanjuti peringatan dini BMKG Yogyakarta yang dirilis pada Selasa (30/3) tentang potensi hujan sedang dan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah empat kabupaten dan kota se DIY yang dapat meluas ke wilayah sekitarnya.

Di wilayah Bantul potensi hujan sedang dan lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang ada di wilayah Dlingo yang dapat meluas ke wilayah Kecamatan Sanden, Srandakan, Pajangan, Pleret, Sedayu, Kretek, Pundong, Bambanglipuro, Pandak, Bantul, Jetis, Imogiri, Banguntapan, Piyungan, Sewon dan Kasihan.

"Masyarakat juga agar berhati-hati saat berkendara, waspada gangguan lalu lintas akibat genangan air. Tetap tenang dan waspada," katanya.

BPBD juga mengimbau masyarakat perlu mewaspadai dampak dari kondisi tersebut, seperti pohon tumbang, baliho tumbang selama peringatan dini, dan apabila diluar rumah jika terjadi petir, tidak berteduh di bawah pohon dan bermain telepon seluler.

Dia juga mengharapkan, agar masyarakat selalu mengikuti perkembangan cuaca atau peringatan dini yang dikeluarkan BMKG maupun lembaga terpercaya serta mematuhi arahan untuk keamanan bersama.

"Selalu memperbaharui informasi melalui media massa atau media sosial, dan berbagi informasi dengan tetangga sekitar rumah. Tetapi, untuk sementara ini mandali (aman terkendali)," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar