Terminal Giwangan Yogyakarta berharap memperoleh fasilitas GeNose

id GeNose,Terminal Giwangan,Yogyakarta

Terminal Giwangan Yogyakarta berharap memperoleh fasilitas GeNose

Calon penumpang kereta api meniupkan nafas ke kantong plastik saat mengikuti tes deteksi COVID-19 dengan metode GeNose C19 di Stasiun Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (30/3/2021). ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/wsj.

Yogyakarta (ANTARA) - Terminal Giwangan Yogyakarta yang menyandang status sebagai terminal Tipe A berharap dapat memperoleh fasilitas GeNose untuk mendukung layanan transportasi yang aman dan nyaman di masa pandemi COVID-19.

“Pemberian fasilitas GeNose sempat dibahas saat rapat bersama dengan Kementerian Perhubungan pada Februari. Waktu itu, kami didata untuk mendapat empat unit GeNose,” kata Koordinator Satuan Pengelola Terminal Giwangan Yogyakarta Bekti Zunanta di Yogyakarta, Rabu.

Namun demikian, lanjut Bekti, belum ada koordinasi lebih lanjut untuk merealisasikan rencana tersebut hingga saat ini, terlebih ada aturan terbaru dari pemerintah mengenai larangan mudik saat Lebaran.

“Tetapi, kami tetap berharap mendapat fasilitas pemeriksaan tersebut karena memang dibutuhkan untuk mendukung layanan jasa transportasi yang aman dan nyaman meskipun jumlah bus maupun penumpang mengalami penurunan yang signifikan,” katanya.


Selama ini, lanjut Bekti, penumpang yang memanfaatkan moda transportasi bus hanya disarankan untuk melengkapi dokumen perjalanan dengan hasil negatif COVID-19, baik dari hasil rapid test antigen, GeNose atau tes swab PCR.

Perusahaan bus juga sudah membatasi jumlah maksimal penumpang yaitu 80 persen dari kapasitas tempat duduk sebagai salah satu protokol kesehatan yang wajib dilaksanakan selain memakai masker selama perjalanan.

Berdasarkan data, jumlah bus yang masuk ke Terminal Giwangan Yogyakarta rata-rata hanya 500 armada per hari atau hanya sekitar 25 persen dibanding jumlah bus yang masuk terminal sebelum terjadi pandemi COVID-19.


“Jumlah penumpang yang datang maupun berangkat pun berkurang signifikan. Bus yang datang didominasi oleh bus antar kota antar provinsi (AKAP), sekitar 380 bus setiap harinya,” kata Bekti.

Bus AKAP yang masuk Terminal Giwangan Yogyakarta melayani rute ke berbagai kota seperti Solo, Surabaya, Jakarta dan ke arah Pulau Sumatera.

“Perjalanan bus dari luar daerah yang keluar masuk Terminal Giwangan Yogyakarta masih cukup tinggi sehingga kami berharap ada tambahan fasilitas GeNose untuk pemeriksaan kesehatan,” kata Bekti.


Sedangkan untuk potensi kenaikan jumlah penumpang saat libur panjang akhir pekan pada awal April, Bekti memperkirakan hanya akan terjadi kenaikan jumlah penumpang sekitar dua persen.

“Tidak akan terjadi kenaikan jumlah penumpang yang signifikan. Penumpang bus malam pun masih bisa memperoleh tiket dengan mudah meski tidak melakukan pemesanan sebelumnya,” katanya.

Bus AKAP atau bus malam yang hanya terisi lima penumpang biasanya akan digabung dengan perusahaan bus lain untuk menuju ke kota tujuan. “Minimal terisi 15 penumpang baru bisa jalan sampai ke kota tujuan,” kata Bekti.

Bus tujuan Padang yang biasanya disiapkan dua armada tiap hari di Terminal Giwangan pun sudah tidak lagi beroperasi sejak pandemi, hanya tersisa satu armada bus tujuan Jambi dari Terminal Giwangan.
 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar