Kementan dan DPR RI gelar Bimtek Petani-Penyuluh Kabupaten Banyumas

id kementan,bimtek

Kementan dan DPR RI gelar Bimtek Petani-Penyuluh Kabupaten Banyumas

Bimbingan Teknis Petani dan Penyuluh di Kabupaten Banyumas (HO-Humas Polbangtan YoMa)

Yogyakarta (ANTARA) -
Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) bekerja sama dengan Anggota Komisi IV DPR RI menyelenggarakan Bimbingan Teknis Petani dan Penyuluh di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Bimtek yang mengambil tema "Budidaya Pengolahan Dan Pemasaran Porang" dilaksanakan di Aston Imperium Purwokerto, Kamis (1/4). Bimtek dihadiri Wakil Direktur I Polbangtan YoMa, Kabid Penyuluhan dan Bina Usaha, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyumas, praktisi agribisnis porang, dan 85 peserta Bimtek yang terdiri petani dan penyuluh pertanian Kabupaten Banyumas.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa porang merupakan komoditas pertanian yang sangat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani. Pasalnya, porang merupakan salah satu komoditas pertanian yang bernilai ekonomi tinggi dan sedang diminati pasar ekspor.

"Kementan siap mendorong potensi porang dan produk olahannya. Komoditas ini memiliki pasar ekspor ke Jepang, Taiwan, Korea, dan China serta beberapa negara Eropa," ucap Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menuturkan bahwa Kementan tengah fokus mengembangkan komoditas porang.

"Kami menyelenggarakan pelatihan, bimbingan teknis (bimtek), dan webinar ke petani dan masyarakat untuk mendorong petani mulai membudidayakan porang untuk dipanen atau untuk pembibitan," katanya.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah meluncurkan Program Gratieks (Gerakan Tiga Kali Ekspor). Program ini bertujuan mendorong petani, penangkar benih, pembibit, pembudidaya, pengusaha, dan eksportir untuk melipatgandakan produksi dan lalu lintas ekspor pertanian menjadi tiga kali lipat.

"Kami di Banyumas siap mendukung produksi dan ekosistem porang sebagai komoditas strategis untuk ekspor," kata Kabid Penyuluhan dan Bina Usaha, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyumas Tjut Viviani Kemala

Anggota Komisi IV DPR RI Sunarna yang hadir turut memberikan masukan kepada peserta bimtek. Ia menuturkan bahwa komoditas porang sedang menjadi primadona pada saat ini, peluang tersebut harus mampu ditangkap oleh petani.

“Porang saat ini sedang ramai dan seksi. Harga bagus, market bagus, dan peluang luas. Budidaya ini memerlukan waktu yang lama, sekitar 2 tahun, namun nilai ekonominya sangat menjanjikan. Diharapkan peserta bimtek mempelajari dan memahami dengan baik, agar paham strategi dan inovasi untuk budidaya porang," kata Sunarna.

Wakil Direktur I Polbangtan YoMa Sujono menyatakan harapannya kepada peserta Bimtek agar dapat menerapkan ilmu yang diperoleh saat Bimtek.

Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Anggota Komisi IV DPR RI dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyumas memfasilitasi Bimtek Budidaya dan Pemasaran Porang.

"Harapan kami, setelah kegiatan ini ada tindak lanjut yang kongkrit dari peserta Bimtek untuk memanfaatkan peluang porang sebagai komoditas internasional," ujar Sujono.

Peserta Bimtek terlihat termotivasi setelah mendengarkan pemaparan materi dari Muhajir selaku praktisi agribisnis porang. Muhajir menjelaskan teknik budidaya dan pengolahan serta peluang pasar porang kepada peserta yang hadir.

Umbi porang dapat diolah dan dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan beras porang, konyaku, dan tepung porang. Petani harus paham syarat tumbuh dan cara budidaya porang untuk mendapatkan hasil panen yang baik.

"Saya sebagai praktisi siap mendampingi, menfasilitasi, dan mengantar petani Banyumas ke pabrik porang hingga MoU agar dapat jaminan pasar," kata Muhajir.

Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu pabrik pengolahan porang di Madiun yang memiliki kapasitas produksi 60 ton bahan baku per hari, sedang  bersiap untuk meningkatkan kapasitasnya menjadi 200 ton per hari.

"Peluang ini harus segera ditangkap oleh petani, jangan sampai menjadi lahan orang lain," kata Muhajir.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar