DIY uji coba pembelajaran tatap muka pekan depan

id Sekolah,Pembelajaran,Tatap muka,DIY

DIY uji coba pembelajaran tatap muka pekan depan

Ilustrasi - Petugas sekolah mengukur suhu tubuh orangtua/wali murid saat pengambilan surat keterangan lulus pelajar kelas IX di SMP Taman Dewasa Jetis, Yogyakarta, Senin (8/6/2020). (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/wsj.)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menggelar uji coba kegiatan belajar tatap muka pada pekan depan di 10 SMA/SMK yang tersebar di lima kabupaten/kota.

"Uji coba (kegiatan belajar dan mengajar) tatap muka rencananya 19 April atau pekan depan," kata Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya, saat dihubungi di Yogyakarta, Kamis.

Didik mengatakan 10 SMA/SMK yang ditunjuk sebagai percontohan telah menyiapkan berbagai perlengkapan sesuai standar protokol kesehatan. Mulai dari fasilitas mencuci tangan di depan ruang kelas hingga penataan ruang kelas dengan menjaga jarak.

"Setiap sekolah sudah membentuk tim satua tugas tingkat satuan pendidikan. Mulai dari pendataan, penyiapan APD, sudah dilakukan," kata dia.

Ke-10 sekolah itu, menurut Didik, adalah SMA Negeri 1 Pajangan dan SMK Negeri 1 Bantul, SMA Negeri 2 Playen dan SMK Negeri 1 Wonosari, Gunung Kidul, SMA Negeri 1 Sentolo dan SMK Negeri 2 Pengasih, di Kabupaten Kulon Progo.

Sementara di Kota Yogyakarta yakni SMA Negeri 6 dan SMK Negeri 1. Adapun Kabupaten Sleman yakni SMA Negeri 1 Gamping dan SMK N 1 Depok.

Menurut dia, tenaga pendidik atau guru di 10 sekolah itu dipastikan sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19 hingga dosis kedua pada pertengahan Maret lalu.

"Efektivitas vaksin ini kan 28 hari (setelah dua dosis. Maka, 19 April itu sudah lebih dari waktu tersebut dan bisa memulai uji coba ( pembelajaran tatap muka)," kata Didik.

Masing-masing sekolah yang telah ditunjuk, kata dia, akan menjadi model bagi sekolah sederajat lainnya, baik terkait kegiatan maupun konsep pembelajaran yang akan diterapkan.

Secara prinsip ia menegaskan bahwa kesehatan siswa tetap menjadi prioritas utama untuk dipertimbangkan termasuk perkembangan psikososial siswa dalam menghadapi pandemi.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar