Pemkab Kulon Progo mengoptimalkan sektor pertanian untuk pemulihan ekonomi

id pertumbuhan ekonomi,Kulon Progo,petani kulon progo,petani milenial,bupati kulon progo

Pemkab Kulon Progo mengoptimalkan sektor pertanian untuk pemulihan ekonomi

Petani Srikayangan Kabupaten Kulon Progo panen raya bawang merah pada Oktober 2020. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengoptimalkan sektor pertanian sebagai triger pemulihan ekonomi masyarakat pada masa pandemi COVID-19, karena mayoritas penduduk di wilayah ini adalah petani.

"Kami membenahi sektor pertanian, baik bidang tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan, supaya memiliki nilai tukar petani. Selain itu, sektor pertanian mampu menciptakan ketahanan pangan keluarga dalam menghadapi pandemi COVID-19," kata Bupati Kulon Progo Sutedjo di Kulon Progo, Jumat.

Ia mengakui tulang punggung ekonomi di Kulon Progo masih didominasi sektor pertanian, sehingga pada masa pandemi COVID-19 menjadi sektor yang tidak terpengaruh.

Hal ini terbukti dengan produksi padi pada 2020 masih surplus 35 ribu ton, tanaman hortikultura seperti cabai dan bawang merah mampu mendongkrak pendapatan petani pada masa pandemi COVID-19.

Pada akhir 2020, petani bawang merah di Sentolo mengalami peningkatan pendapatan yang signifikan. Lahan bawang merah seluas 1.000 meter dengan biaya produksi Rp19 juta, hasil produksinya laku Rp40 juta. Belum lagi petani cabai di pesisir, selama beberapa bulan terakhir, pendapatannya juga tinggi, seiring tingginya harga cabai di pasaran.

Selanjutnya, sektor perkebunan juga mulai menggeliat seperti kopi, teh dan kakao. Petani dan kelompok petani mulai melakukan hilirasi produk, sehingga hasil perkebunan tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi sudah dijual dalam bentuk kemasan yang memiliki nilai jual tinggi.

"Fakta riil di masyarakat Kulon Progo ini tidak begitu terdampak COVID-19, karena mereka mampu memproduksi pangan sendiri dengan memanfaatkan lingkungan dan kondisi sekitar," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Aris Nugraha mengatakan nilai tukar petani Kulon Progo di masa pandemi ini meningkat signifikan dan sangat tinggi, karena nilai tambah petani juga meningkat. Artinya untuk mendongkrak nilai tukar petani, maka perlu adanya upaya serius dalam meningkatkan nilai tambah petani.

Tiga komoditas unggulan tersebut melahirkan petani-petani milenial di Kulon Progo dengan pendapatan petani sangat tinggi. Sehingga pekerjaan sebagai petani tidak lagi dipandang sebelah mata.

"Selain itu, pada masa pandemi, sektor pertanian menjadi lapangan pekerjaan yang terbuka lebar untuk meningkatkan pendapatan keluarga," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar