Dinkes Sleman: Sebagian besar kecamatan masih terjadi penularan COVID-19

id Peta epidemiologi COVID-19 ,Epidemiologi COVID-19 Sleman ,Kabupaten Sleman ,COVID-19 Sleman ,Sleman

Dinkes Sleman: Sebagian besar kecamatan masih terjadi penularan COVID-19

Peta epidemiologi COVID-19 Kabupaten Sleman per 24 April 2021. Foto Antara/HO-Dinkes Sleman

Sleman (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat update peta epidemiologi di wilayah itu per 24 April 2021, dalam peta zonasi menggambarkan bahwa masih terjadi penularan COVID-19 di sebagian besar wilayah kecamatan (kapanewon) dibanding periode sebelumnya.

"Namun, terjadi perbaikan zonasi walaupun tidak ada kecamatan dengan kategori hijau," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo di Sleman, Selasa.

Menurut dia, kecamatan dengan zona merah menurun dari sebelumnya enam kecamatan menjadi lima kecamatan meliputi Kecamatan Tempel, Mlati, Depok, Kalasan, dan Cangkringan.



"Kecamatan yang masuk zona oranye tetap 11 kecamatan meliputi Kecamatan Minggir, Moyudan, Gamping, Seyegan, Sleman, Turi, Sleman, Ngaglik, Pakem, Ngemplak, Cangkringan, dan Berbah," katanya.

Ia mengatakan saat ini juga terdapat satu kecamatan masuk zona kuning, yakni Kecamatan Godean.

"Untuk lebih menekan laju penyebaran, Satgas Penanganan COVID-19 di wilayah agar memperhatikan Instruksi Bupati Sleman Nomor 8 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis Mikro," katanya.

Joko mengatakan Pemerintah Kabupaten Sleman terus mendorong dan mengharapkan masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan sesuai Perbup Nomor 37.1 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

"Pelanggaran terhadap peraturan ini dapat dikenakan sanksi. Oleh sebab itu, seluruh masyarakat diminta disiplin menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) protokol kesehatan pencegahan COVID-19, terutama dengan CITA MAS JAJAR, yakni mencuci tangan pakai sabun, memakai masker dan menjaga jarak minimal 1,5 meter," katanya.

Ia mengatakan untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19, saat ini sudah mencapai 182.573 warga yang meliputi vaksinasi dosis pertama sebanyak 124.059 warga atau 67,45 persen dan dosis kedua sebanyak 668.559 atau 37,55 persen.

"Vaksinasi merupakan salah satu strategi pengendalian COVID-19. Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menjalankan program vaksinasi sesuai tahapan yang telah ditetapkan," katanya.



Vaksinasi tahap pertama terhadap SDM Kesehatan dosis pertama sebanyak 18.871 atau 115,25 persen, dosis kedua sebanyak 16.882 atau 103,07 persen.

Untuk vaksinasi COVID-19 bagi pekerja publik sebanyak 105.528, untuk dosis pertama sebanyak 68.557 atau sekitar 64,90 persen dan dosis kedua sebanyak 40.432 atau sekitar 38,28 persen.

Sementara untuk vaksinasi bagi lansia sebanyak 60.566 terdiri dosis pertama sebanyak 36.625 atau sekitar 67,95 persen dan dosis kedua sebanyak 11.245 atau 18,57 persen.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar