Terminal Giwangan tetap beroperasi saat larangan mudik

id Terminal Giwangan,larangan mudik

Terminal Giwangan tetap beroperasi saat larangan mudik

Ilustrasi - Kedatangan penumpang di Terminal Giwangan Yogyakarta (Antara/Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Terminal Giwangan Yogyakarta akan tetap beroperasi saat larangan mudik Lebaran diberlakukan pada 6-17 Mei, karena masih harus melayani kedatangan dan keberangkatan untuk bus reguler dalam kota dan bus antar kota dalam provinsi.

"Karena Terminal Giwangan tidak hanya melayani bus jarak jauh antar kota antar provinsi (AKAP) saja tetapi ada juga bus reguler dalam kota, maka terminal akan tetap beroperasi selama larangan mudik diberlakukan," kata Koordinator Satuan Pengelola Terminal Giwangan Yogyakarta Bekti Zunanta di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, akan dilakukan pengawasan selama masa larangan mudik untuk memastikan tidak ada armada bus jarak jauh dari luar daerah yang masuk ke Terminal Giwangan Yogyakarta.

"Termasuk bus Yogyakarta-Solo. Meskipun jarak relatif pendek, tetapi armada bus tersebut juga tidak diperbolehkan beroperasi selama masa larangan mudik," katanya.

Ia berharap, seluruh armada bus jarak jauh bisa memahami ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah karena semata-mata ditujukan sebagai upaya menekan laju penularan COVID-19.

Hingga saat ini, lanjut Bekti, Terminal Giwangan berusaha semaksimal mungkin untuk menerapkan protokol kesehatan bagi penumpang yang datang maupun akan diberangkatkan.

Protokol kesehatan tersebut di antaranya pengecekan suhu, memastikan penumpang memakai masker, hingga pembatasan jumlah penumpang dalam satu bus.

"Kondisi penumpang di Terminal Giwangan memang cenderung belum kembali normal," katanya.

Selain penerapan protokol kesehatan, kegiatan ramcheck acak untuk bus yang akan diberangkatkan dari Terminal Giwangan pun tetap dilakukan meski jumlah bus yang masuk tidak terlalu banyak.

"Keselamatan penumpang dan keselamatan perjalanan bus tetap menjadi perhatian kami. Kegiatan ramcheck tetap dilakukan secara acak. Satu regu melakukan sedikitnya ramcheck untuk 10 bus," kata Bekti.

Bus yang dinyatakan tidak laik melanjutkan perjalanan, dipastikan akan diminta menunda keberangkatan dan melakukan perbaikan yang diperlukan.

"Hari ini pun ada kunjungan dari KNKT untuk memastikan bagaimana ramchek ini dilakukan dan bus memenuhi syarat untuk mengangkut penumpang," katanya.



 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar