Pasien dinyatakan sembuh dari COVID-19 di Bantul bertambah 106 orang

id bantul covid

Pasien dinyatakan sembuh dari COVID-19 di Bantul bertambah 106 orang

Tenaga kesehatan Dinkes Bantul khusus penanganan kasus COVID-19 (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Pasien yang dinyatakan sembuh dari infeksi COVID-19 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam sehari terakhir bertambah 106 orang, sehingga total kasus terpapar virus corona tersebut hingga Selasa (27/4) malam berjumlah 10.796 orang.

Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19 Bantul dalam keterangan resmi di Bantul, Rabu, menyebut kasus sembuh tersebut rinciannya dari Kecamatan Banguntapan 30 orang, Kecamatan Pleret 16 orang, Kecamatan Sedayu 10 orang, dan Kecamatan Pajangan sembilan orang.

Selanjutnya dari Kecamatan Srandakan tujuh orang, kemudian Pandak, Bantul, dan Imogiri masing-masing enam orang, dari Sanden empat orang, sisanya dari Bambanglipuro tiga orang, Sewon tiga orang, Jetis dua orang, Kasihan dua orang, serta dari Kretek satu orang, Piyungan satu orang.

Meski demikian dalam periode yang sama terdapat penambahan kasus positif COVID-19 sebanyak 56 orang dari Banguntapan 22 orang, kemudian dari Bambanglipuro, Pajangan dan Bantul masing-masing lima orang, Sewon empat orang, Sanden tiga orang, serta Sedayu tiga orang.

Sisanya dari Srandakan, Jetis, dan Kasihan masing-masing dua orang, serta dari Imogiri, Dlingo dan Pleret masing-masing satu orang, dengan demikian total kasus positif COVID-19 di Bantul secara akumulasi hingga Selasa (27/4) sebanyak 11.893 orang.

Sedangkan untuk kasus positif COVID-19 yang meninggal dunia pada Selasa bertambah tiga orang dari Kecamatan Bantul, Sewon dan Sedayu, sehingga total kasus kematian di Bantul sebanyak 320 orang.

Dengan perkembangan kasus COVID-19 harian itu, maka data pasien COVID-19 aktif domisili Bantul yang masih menjalani isolasi mandiri maupun perawatan tenaga kesehatan di sejumlah rumah sakit rujukan per hari Selasa (27/4) sebanyak 777 orang.

Sekretaris Daerah Bantul Helmi Jamharis menyatakan terkait zonasi resiko kasus COVID-19 di Bantul dengan perhitungan bobot indikator kesehatan masyarakat yang terdiri dari epidemiologi, surveilans kesehatan dan pelayanan kesehatan serta berdasarkan data kasus harian dari 13 April sampai 26 April, Bantul berada pada zona resiko tinggi.

"Hasil perhitungan ini dapat dijadikan sebagai dasar bagi seluruh pihak dalam melaksanakan berbagai macam aktivitas atau kegiatan untuk jangka waktu 14 hari ke depan yaitu dari 27 April sampai 10 Mei," katanya.

Oleh karena itu, Satgas COVID-19 Bantul mengajak masyarakat bersama memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta menerapkan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar