Bupati Sleman berharap stimulus PLN kembali giatkan ekonomi

id Stimulus PLN ,Bupati Sleman Kustini ,PLN Yogyakarta ,Kabupaten Sleman ,Sleman

Bupati Sleman berharap stimulus PLN kembali giatkan ekonomi

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat menerima audiensi dari PT PLN UP3 Yogyakarta. Foto Antara/HO-Humas Pemkab Sleman

Kami berharap stimulus ini dapat mendorong laju perekonomian di kabupaten Sleman, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sleman (ANTARA) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kustini Sri Purnomo berharap stimulus pelanggan listrik untuk triwulan kedua 2021 yang diberikan PT PLN dapat mendorong ekonomi di Sleman kembali bergeliat.

"Kami berharap stimulus ini dapat mendorong laju perekonomian di kabupaten Sleman, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," kata Kustini saat menerima audiensi dari PT PLN UP3 Yogyakarta di Sleman, Jumat.

Menurut dia, UMKM yang minim operasional di saat pandemi ini, juga sangat membutuhkan subsidi listrik demi kelangsungan usahanya. "Sebenarnya sampai hotel-hotel dan restoran  yang besar juga terdampak. Intinya kami siap bekerja sama dengan PLN," katanya.

Baca juga: Bupati sebut Pasar Lebaran Sleman jaga keberlangsungan UMKM di masa pandemi

Pemerintah melalui PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) kembali memberikan stimulus kepada pelanggan listrik pada triwulan kedua tahun 2021 ini.

Manajer PT PLN UP3 Yogyakarta Eric Rossi Pryo Nugroho mengatakan stimulus yang akan diberikan pada April hingga Juni 2021 akan diberikan pada pelanggan listrik rumah tangga dengan daya 450 VA dan 900 VA.

"Namun, stimulus yang akan diberikan pada triwulan kedua ini berbeda dengan stimulus pada triwulan sebelumnya. Listrik dengan daya 450 VA yang sebelumnya mendapat stimulus 100 persen atau gratis, untuk triwulan kedua ini akan mendapat stimulus 50 persen," katanya.

Baca juga: Pemkab Sleman memantau ketersediaan dan distribusi pangan

Sedangkan untuk listrik dengan daya 900 VA yang sebelumnya mendapat stimulus sebesar 50 persen, berubah menjadi 25 persen.

"Kebijkan Ini mengingat kegiatan ekonomi masyarakat yang sudah mulai berjalan," katanya.

Audiensi turut dihadiri oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman Arip Pramana, Kepala Bidang Pendaftaran, Pendataan, dan Penetapan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman Rodentus Condrosulistyo, Kepala Bagian Pembangunan Setda Sleman, Elli Widiastuti, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan dan Kepala Bidang Humas dan Protokol Setda Sleman Shavitri Nurmala Dewi.
 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar