Menparekraf mengingatkan pengelola wisata untuk prokes ketat

id sandiaga uno,protokol kesehatan ketat,pengelola wisata,pandemi,lebaran,chse

Menparekraf mengingatkan pengelola wisata untuk prokes ketat

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menjajal wahana wisata sepeda gantung di Desa Tungkal Selatan, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumbar. ANTARA/Aadiaat MS.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengingatkan kepada pengelola tempat wisata di berbagai daerah menjalankan protokol kesehatan ketat agar angka COVID-19 tidak naik setelah lebaran.

"Yang melanggar ditutup," kata Sandiaga Uno dalam rilis di Jakarta, Rabu.

Sandiaga mengingatkan pentingnya melaksanakan protokol kesehatan ketat khususnya saat liburan Idul Fitri yang berpotensi menimbulkan kerumunan di berbagai tempat, baik rumah tangga, tempat wisata, maupun tempat hiburan.

Dia tidak ingin Indonesia mengalami gelombang ketiga pandemi COVID-19 seperti yang sekarang sedang melanda India.

"Pak Presiden mengingatkan kita setiap ada liburan dan pergerakan besar di tengah-tengah masyarakat ini memicu peningkatan penularan COVID-19. Libur Idul Fitri tahun lalu naik 93 persen. Libur Nataru (Natal Tahun Baru) naik 119 persen. Libur Maulid Nabi naik 95 persen," katanya.

Sandi menambahkan pihaknya gencar mengedukasi sekaligus menyosialisasikan program Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE) menuju kondisi yang disebutnya sebagai better normal. CHSE itu tambahnya, adalah panduan untuk berbagai kegiatan seperti arung jeram, golf, meeting, incentives, conferences and exibitions (MICE) dan lain sebagainya, dengan penerapan prokes ketat.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahhudin Uno mengatakan saatnya industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air bangkit setelah terguncang karena dampak wabah pandemi COVID-19 selama setahun lebih.

"Sudah lebih setahun kita menghadapi pandemi, saatnya pariwisata dan ekonomi kreatif bangkit," kata Sandiaga disela berkunjung ke desa wisata kerajinan batik kayu Krebet, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (26/4).

Menteri mengatakan, kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif bisa dimulai dari desa wisata dan kerajinan, karena itu Kementerian akan gercep (gerak cepat), geber (gerak bersama) dan gaspol (garap semua potensi lokal) agar bisa segara bangkit dan pulih.

"Jadi kita akan langsung ke desa-desa wisata, karena kita diamanahi 244 desa wisata, tapi rasanya permintaan lebih banyak dari 244 desa, jadi kita akan lakukan langkah-langkah strategis yang nanti langsung berkoordinasi dengan temen-teman penggerak," katanya.

Menparekraf mengatakan, tugas kementeriannya sampai dengan tahun 2024, bahwa desa-desa wisata di Indonesia akan menjadi penggerak dari kebangkitan kepulihan ekonomi Indonesia melalui ekonomi kreatif dan pariwisatanya.

"Jadi tidak lagi dari atas ke bawah, tapi sekarang kita dari bawah ke atas, kita langsung ke bawah, karena di sini (desa wisata Krebet) saya lihat ada potensi ekonomi kriya, batik di atas topeng. Dan sekarang 14,9 persen PDB (produk domestik bruto) kreatif ini di kriya," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar